"Tentunya harapan kami dan masyarakat Kelurahan Koto Panjang dapat meraih posisi terbaik dalam penilaian ini. Dia juga berharap prestasi ini dapat menginspirasi kelurahan lainnya untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan daerah," ujarnya.
Acara klarifikasi lapangan ini menjadi langkah penting dalam penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Regional I, dan diharapkan hasilnya dapat menggambarkan perkembangan nyata dari Kelurahan Koto Panjang dibandingkan dengan kelurahan terbaik lainnya di Regional I.
Lurah Koto Panjang Titi Fanny Gusti mengatakan bahwa saat ini terdapat 12 inovasi, dan potensi dari Kelurahan Koto Panjang seperti Siap Kopan (Sistem Informasi Administrasi Pelayanan Koto Panjang).
Manfaat Inovasi Siap Kopan tersebut untuk masyarakat yakni pelayanan lebih cepat, masyarakat dapat mengajukan permohonan administrasi dimana saja berada, tidak perlu datang ke kantor lurah, dan masyarakat mendapatkan kepastian layanan.
"Inovasi dan unggulan Kelurahan Koto Panjang lainnya yakni Pokdakan dan Kampung Patile, Gebyar Kopan, Mina Padi, TTG Pembuatan Pelet Ikan, Pengelolaan Kompos," katanya
Ia mengatakan bahwa salah satu kendala dan program prioritas yakni masih adanya masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, sehingga penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
"Solusi yang kami tawarkan bersama-sama yakni dengan penguaran kelembagaan masyarakat melalui Pokdakan dan UMKM. Alhamdulillah survei kepuasan masyarakat pada tahun 2022 sebesar 90,18 dan meningkat pada 2023 yakni 90,41," ungkapnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Plh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat Mahdianur, Pj Ketua TP-PKK Elfriza Chece Zaharman, Kepala OPD, Camat, Lurah, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, dan sejumlah tokoh masyarakat. (Do)
Editor :






