IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Bahas Metode Pendidikan Hiwari Nabi Ibrahim, Ini Khutbah Idul Adha Ketua PWNU Sumbar Prof. Ganefri

Ketua PWNU Sumbar Prof. H. Ganefri saat jadi Khatib Shalat Idul Adha 1445 H di kampung halamannya, di Masjid Raya Jorong Talago, Nagari VII Koto Talago, Kec. Guguak, Kab. Limapuluh Kota, Senin (17/06/2024). Foto: Ist.
Ketua PWNU Sumbar Prof. H. Ganefri saat jadi Khatib Shalat Idul Adha 1445 H di kampung halamannya, di Masjid Raya Jorong Talago, Nagari VII Koto Talago, Kec. Guguak, Kab. Limapuluh Kota, Senin (17/06/2024). Foto: Ist.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

LIMA PULUH KOTA - Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nadlatul Ulama (PWNU) Sumbar Prof. H. Ganefri, Ph. D Dt Junjungan Nan Bagadiang, menguraikan makna pendidikan dan makna Idul Qurban dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim, As dan Anaknya Nabi Ismail.

Demikian benang merah yang dapat dipetik ketika ia menjadi Khatib Shalat Idul Adha 1445 H di kampung halamannya, di Masjid Raya Jorong Talago, Nagari VII Koto Talago, Kec. Guguak, Kab. Limapuluh Kota, Senin (17/06/2024).

Dikatakan Ganefri, Dalam kitab "Misykatul Anwar" disebutkan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta. Riwayat lain mengatakan, kekayaan Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak. Suatu jumlah yang menurut orang di zamannya adalah tergolong milliuner.

Ketika pada suatu hari, Ibrahim ditanya oleh seseorang "milik siapa ternak sebanyak ini?" maka dijawabnya: "Kepunyaan Allah, tapi kini masih milikku. Sewaktu-waktu bila Allah menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan juga."

Selanjutnya Ibnu Katsir dalam tafsir Al-Qur'anul 'adzim mengemukakan bahwa, pernyataan Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan anaknya jika dikehendaki oleh Allah itulah yang kemudian dijadikan bahan ujian, yaitu Allah menguji iman dan taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu masih berusia 7 tahun. Anak yang elok rupawan, sehat lagi cekatan ini, supaya dikorbankan dan disembelih dengan menggunakan tangannya sendiri. Sungguh sangat mengerikan! Peristiwa spektakuler itu dinyatakan dalam Al-Quran Surat As-Saffat Ayat 102, artinya:

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Tatkala Ismail sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, pikirkanlah apa pendapatmu! Ismail menjawab, hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.

https://www.beritaminang.com/photos/foto/foto-ketua-pw-nu-sumbar-prof-ganefri-dan-keluarga-di-masjid-raya_foto1_170624084755.jpeg

Ketua PW NU Sumbar Prof. H. Ganefri bersama keluarga usai shalat ied adha.

Dialog antara ayah dengan anak telah diabadikan oleh Allah dalam Surat As-Shaffat tersebut, dalam metode pendidikan, pola semacam ini disebut metode hiwari alias dialog.

"Nabi Ibrahim tidak langsung menyuruh Ismail 'alahissalam menuruti keinginannya agar mau disembelih. Melainkan, menanyakan kepadanya terlebih dulu. Meminta pendapatnya. Menguji respon dan reaksinya. Hal ini sesuai dengan fitrah psikologis, bahwa remaja bisa dimintai pendapat melalui cara dialog untuk mengembangkan nalarnya. Dan, Ismail 'alaihissalam menjawab dengan pasti dan percaya diri serta berharap dirinya menjadi bagian orang-orang yang bersabar (minas shabirin)," sebut Ganefri.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH