Ketua LKAAM Bukittinggi, Fery Chofa, SH, LL.M Dt.Tun Muhammad, mewakili pihak lembaga adat di Kurai Limo Jorong menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sambutan dan keramahtamahan yang diberikan oleh LAM Siak selaku tuan rumah dan berharap hal-hal positif yang didapat dari studi ini seperti sinergi Pemda dengan LAM yang dilegitimasi dalam aturan Perda terkait dengan rencana induk pelestarian adat dan budaya maupun kelembagaan adat Kurai dapat menjadi wacana dan kajian bersama untuk dikongkretisasikan pula dalam bentuk produk hukum daerah di Bukittinggi.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Studi komparatif dipadatkan dengan diskusi internal guna merumuskan kesimpulan pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan. Diskusi internal ini ditutup oleh Ketua KAK, Hans Sikumbang Dt.Sati yang menegaskan bahwa sebagai niniak mamak kita tidak alergi dengan tuntutan perkembangan zaman, "adat dipakai baru, kain dipakai usang" namun semua harus disikapi dengan arif dan bijaksana berlandaskan asas kebersamaan dalam mufakat. sesuai dengan "warih nan bajawek, pusako nan batolong", ungkapnya.Baca juga: Walikota Ramlan Nurmatias Lepas Keberangkatan Calon Jemaah Haji Kota Bukittinggi Tahun 2026
( Yus )
Editor :






