Institusi pemerintah yang dipimpin Ir.Dwi Anggoro Ismukurnianto,M.Sc ini merupakan pusat pendidikan tenaga profesional yang mengalami perjalanan dan transformasi panjang sehingga akhirnya menemukan bentuk dan tata kelola baru sebagai PPSDM dengan regulasi sebagai instansi Badan Layanan Umum.
Sejarah mencatat, seperti dikutip beritaminang.com, anggota jaringan Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) dari profil singkat PPSDM yang dipaparkan Kepala Bagian Umum Handoko Setiaji,ST,M.IL dihadapan rombongan wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sawahlunto, dan Ketua Komisi II DPRD Ir.Irland Y. Muhammad, MM, Kamis, 5 Oktober 2023 menyebutkan, PPSDM pada tahun 1976 merupakan Pusat Pengembangan Teknologi Mineral (PPTM).
Kemudia pada tahun 1992 berubah menjadi Pusat Pengembangan Tenaga Pertambangan (PPTP) yang membawahi Ombilin Mine Training College (OMTC) dan berubah lagi ditahun 2003 menjadi UPT Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) yang pusat diklatnya berada di Kota Sawahlunto. Di tahun 2001 sempat menjadi Pusdiklat Teknologi Mineral dan Batubara (TMB) dengan penambahan BDTBT hingga 2005. Seterusnya ditahun 2010 menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (Pusdiklat Miberba) hingga akhirnya pada tahun 2016 menjadi PPSDM.
"Sekarang dengan regulasi dan kebijakan tata kelola baru pada tahun 2017 PPSDM berubah status menjadi Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 966/KMK.05/2017. Ini sebuah tantangan yang harus dihadapi karena PPSDM harus mampu membiayai operasional kegiatan sendiri." Ungkap Handoko Setiaji didampingi stafnya Irwan kasubag Kepegawaian dan Bonita staf Humas PPSDM.
Ketertarikan PWI Sawahlunto
Ketua PWI Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Indra Yosef D, bersama 8 anggotanya terdiri dari Anton Saputra, Alamsyah Halim, Nova Hendra, Tumpak Abdurrahman, Subandi, Amin Pratikno, Won In Ce, dan Rina Yosefin, ikutserta Ketua komisi II DPRD Sawahlunto Irland dengan staf pendamping Taufik, menyampaikan ketertarikannya berkunjung ke PPSDM melihat langsung aktifitas dan menggali informasi sejauhmana keterlibatan PPSDM dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan tenaga profesional di bidang pertambangan khususnya batubara.
Dikatakan Indra Yosef, program pengembangan sumber daya manusia dibidang geomineral dan batubara jelas menjadi domain PPSDM yang aktifitas lapangannya sabgat beririsan dengan keberadaan Tambang Batubara Ombilin (TBO) yang memiliki Izin Usaha Penambangan (IUP) untuk dikelola pihak swasta sedangkan PT Bukit Asam Tbk sekarang hanya mengelola aset tanpa aktifitas operasional penambangan.
"Inilah dasar kami untuk datang dan belajar banyak tentang keberadaan PPSDM sebagai pusat pengembangan sumberdaya manusia dibidang industri pertambangan khususnya batubara. Patut dipahami apa yang ada di PPSDM sangat beririsan dengan keberadaan Tambang Ombilin dan BDTBT di kota Sawahlunto. Sehingga dengan pemahaman dan ilmu yang diperoleh bisa melahirkan artikel-artikel yang dapat dibagikan kepada masyarakat industri penambangan yang ada." Ungkap Indra dengan nada datar.
Sementara, Irland, Ketua Komisi II DPRD Kota Sawahlunto sangat mengapresiasi program PWI Kota Sawahlunto yang melakukan perjalanan jurnalistik ke instansi yang tepat seperti ke PPSDM. Alasannya, anggota dewan yang pernah mencicipi pendidikan di Belanda ini menyebut, keberadaan PPSDM dapat menjadi pemicu lahirnya tenaga-tenaga profesional tidak hanya di industri pertambangan dan Geominerba tetap juga dalam konteks berbagai program pelatihan yang dikembangkan oleh PPSDM.
"Saya sangat berterima kasih ke PWI Sawahlunto, ternyata pilihan perjalanan jurnalistiknya sangat tepat ke PPSDM karena sebagai pusat Diklat sangat erat hubungannya dengan keberadaan Tambang Ombilin di Sawahlunto. Semoga sekumpulan informasi yang diperoleh dapat dituangkan dalam berbagai artikel yang menginspirasi masyarakat dalam menciptakan kehidupan kondisi tambang yang berwawasan lingkungan." Pungkas Irland.
Rombongan PWI Sawahlunto tidak hanya mendengarkan paparan tentang keberadaan dan peran PPSDM memajukan SDM anak bangsa, tapi juga diajak melihat berbagai fasilitas dan peralatan modern kebutuhan industri penambangan serta metode pembelajaran efektif dalam melahirkan tenaga tambang profesional. (Iyos)
Editor : Marjeni Rokcalva






