Pelatihan tersebut menghadirkan Ir. Syafinal, MM, widyaiswara UPTD Balai Pendidikan dan Latihan Koperasi (BPLK) Sumatera Barat sebagai narasumber yang memaparkan materi terkait pemahaman dasar laporan keuangan, dokumen transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan, studi kasus dan diskusi kelompok dalam praktik penyusunan laporan keuangan.
Materi ini sangat penting karena salah satu pilar keuangan koperasi modern meliputi standar akuntansi yang transparan dan akuntable serta laporan keuangan secara online. Untuk mencapai koperasi modern tersebut koperasi sebagai badan usaha yang profesional harus memilki pencatatan keuangan yang baik.
Dengan adanya kegiatan -- kegiatan Pembinaan terhadap UMKM dan Koperasi Drs. Rahmad Hidayat, M.Si. Harapan kita sesuai dengan visi dan misi itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Jadi dengan geliat Umkm lapangan kerja tercipta kemudian ekonomi berputar ditingkat lokal dan terbukalah peluang Pekerjaan baru. Dan juga akan meningkatkan peredaran uang dimasyarakat akan diliat ekonomi semakin terasa ditengah tengah masyarakat.

Jadi Umkm ini apalagi kalau seandainya pasarnya diluar daerah kita apalagi kalau di Luar Negeri maka itu akan menjadi salah satu penarik uang masuk kedaerah kita. Sekarang kan uang masuk kedaerah kita itu disamping belanja pemerinta, yang terbesar yang masuk kedaerah kita itu adalah dari sektor pertanian, yaitunya beras yang kita jual ke ddaerah Riau, sayur yang kita jual ke Riau kemudian telur. Selain ke Riau Telur itu juga di pasarkan ke Bengkulu, Palembang, Jambi dan Dan Pulau jawa.
Gambir salah satu hasil perkebunan yang menarik uang dari luar negeri yang berputar ditengah temgah masyarakat.Meskipun nilai tambahnya ini masih sedikit, jadi UMKM didorong utuk mengembangkan produksi yang berasal dari Gambir.Salah satumya adalah Umkm yang berhasil membuat nilai tambah dari gambir Umkm yang berhasil membuat Teh Gambir, Kosmetik dari Gambir, batik gambir, dan banyak sekali produk - produk turunan.

Semakin banyak itu umkmnya didaerah kita maka nilai tambah bagi masyarakat uang masuknya akan semakin besar dari pada kita menjual dalam bentuk bahan baku - bakuan, kalau barang baku itu uang berputarnya kan lebih banyak pada tokehnya.Yang konsumen secara konsumtif mungkin persentasi belanjanya kecil, beli kendaraan beli apa itu kan tidak terjadi pada masyarakat, ungkap Rahmad Hidayat mengakhiri.
#Lipsus Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Lima Puluh Kota
Editor : Berita Minang






