"Kita para lansia ini kan berkupul-kumpul juga. Jadi dengan mengayam, sambil bercerita-cerita tentang cucu, tentang agama, tentang kehidupan hari tua, kita dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai positif," ungkapnya.
Dari tangan-tangan kreatif para lansia ini muncul berbagai macam produk anyaman berbahan tumbuhan yang dinamakan masyarakat setempat sebagai Mansiang. Adapun produk anyaman itu diantaranya, bakul, keranjang, tikar dan tas.
Gayung bersambut keterampilan Mak Win mendapat perhatian dari Dinas Sosial PPAKB Kabupaten Dharmasraya. Dirinya bersama 29 orang lansia lain mendapat pembinaan pemberdayaan Pemkab Dharmasraya, dan akhirnya mendirikan Kelompok Lansia yang dinamakan Usaha Daya Tartim.
Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan memberikan apresiasi positif atas berdirinya Kelompok Pemberdayaan Lansia Usaha Tarkim. Dirinya mengaku, Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial telah melakukan upaya pembinaan, agar kelompok masyarakat rentan ini berdaya sebagaimana mestinya.
"Alhamdulillah, selain pembinaan kita sudah menyerahkan juga satu unit mesin untuk membantu para orang tua kita ini merapikan hasil anyamannya" terang Sutan Riska.
Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu menegaskan komitmenya memberi perhatian kepada kelompok lanjut usia.
Untuk hasil anyaman Kelompok Lansia Usaha Tarkim ini, Pemerintah Daerah akan membantu pemasarannya kepada khalayak. Menurut rencana, juga merupakan bagian dari pameran pada puncak acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 27 yang dipusatkan di Kabupaten Dharmasraya pada tanggal 29 Mei yang akan datang.
"Komitmen kami agar hasil kreatifitas lansia kita ini akan kita pamerkan dalam iven-iven yang akan kita ikuti, khususnya pada puncak acara HLUN di hadapan Menteri Sosial, Buk Tri Rismaharini," tukasnya.
#HLUNKE27DHARMASRAYA
Editor : Berita Minang






