Sementara di SMPN 2 Mungka juga terjadi pungutan uang perpisahan Rp 400.000,-/siswa, dengan ancaman, bila tidak dilunasi, nomor ujiannya ditahan, artinya tidak bisa ikut ujian bila tidak lunas, serta uang pembangunan.
Kepsek Smp 1 Ggk Adrianopel yang dikonfirmasi mekalui Wast Appnya menegaskan, di SMPN 1 Guguak tidak ada siswa kls 9 yg tidak mendapat nomor ujian akhir sekolah karena alasan apapun jua, semua siswanya yang kelas 9 ikut US senin besok dan Juga tidak ada pungutan apapun.
"Yang ada adalah sumbangan orang tua untuk menggelar acara perpisahan atas hasil rapat komite sekolah dengan orangtua siswa beberapa bulan yang lalu. Pihak sekolah tidak menyangkutkan hal itu sebagai syarat untuk mengikuti ujian sekolah," ungkap Kepala SMPN 1 Guguk.
Ketika diminta ketegasannya tentang uang pembangunan Rp 300.000- yang dibebankan kepada siswa kls 9, Adrianopel mengatakan, " Setahu saya tidak ada uang pembangunan, itu hanya kesepakatan orangtua dan komite sekolah," ungkapnya.
Sementara Plt.Kadisdikbud Limapuluh Kota Retyanda, yang dikonfirmasi mengenai hal itu melalui Wast Aap nya, menjawab dengan singkat " bia kito telusuri kebenaran datanya dulu pak", tulisnya
(Yus)
Editor :






