IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Menunggu Pemimpin Yang Negarawan di 2024

Fahrezi, S.IP, M.Amerupakan Pengamat Politik Muda Kab. Pasaman Barat yang merupakan Lulusan S1 Ilmu politik UNAND Dan  S2 UGM
Fahrezi, S.IP, M.Amerupakan Pengamat Politik Muda Kab. Pasaman Barat yang merupakan Lulusan S1 Ilmu politik UNAND Dan S2 UGM
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PASAMAN BARAT -- Dalam bahasa inggris, negarawan disebut "statesman". Negarawan adalah orang yang aktif mengelola pemerintahan dan membuat kebijakan-kebijakan. Lebih spesifik lagi, kamus Merriam-Webster mendefinisikan negarawan sebagai "seorang pemimpin politik yang bijak, cakap, dan terhormat. Pengertian pertama mengacu kepada pemimpin di pemerintahan, sementara pengertian kedua mengacu kepada pemimpin politik (politisi) yang memiliki sifat-sifat terpuji seperti bijaksana, cakap, dan terhormat. Negarawan adalah orang yang tengah menjalani pemerintahan, baik presiden, menteri, maupun gubernur, atau pemimpin politik yang berada diluar pemerintahan.

Menurut Feith dalam bukunya yang populer, The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia (1962), pemimpin dengan tipe pengelola adalah mereka yang memilikikemapuan teknis dalam mengatur negara. Tipe ini umumnya diwakili oleh tokoh-tokoh terdidik yang menguasai suatu bidang tertentu. Sementara pemimpin dengan tipe pemersatu adalah orang-orang yang mampu mendekati massa, mempengaruhi mereka, serta mendapatkan simpati dan dukungan mereka.

Feith menganggap pemimpin seperti Muhammad Hatta sebagai tipe pengelola, sementara pemimpin seperti Soekarno sebagai tipe pemersatu. Dua karakter kepemimpinan ini jarang bercampur pada diri satu orang. Para pemimpin dengan tipe pemersatu biasanya mampu mengumpulkan dukungan rakyat serta berhasil mempengaruhi mereka, tetepai ketika mengelola pemerintahan,dia gagal dan kerap mengecewakan.

Sebaliknya pemimpin dengan tipe pengelola umumnya cakap dalam mengelola pemerintahan tetpai kurang mendapat dukungan rakyat. Karena kurang menguasai retorika atau tak memiliki kecakapan yang cukup untuk mendekati massa, tipe pemimpin pengelola biasanya sering disalahpahami orang. Tentu saja yang ideal adalah jika kedua karakter ini bersatu dalam satu tokoh.

Ilmuwan politik lain yang membicarakan tentang tipe-tipe kepemimpinan adalah William Liddle, Ilmuwan yang juga ahli tentang indonesia. Liddle memperkenalkan dua tipe kepemimpinan yang dimiliki para pemimpin indonesia sejak awal kemerdekaan hingga kini, yakni tipe "transformasional" dan tipe "transaksional".

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Tokoh seperti Soekarno, menurut Liddle, adalah jenis pemimpin transformasional yang mengubah Indonesia dari satu fase (penjajahan) kepada fase lain (kemerdekaan), namun demikian Liddle membatasi bahwa karakter transformasional Soekarn hanya terjadi sejak awal kemerdekaan hingga tahun 1949. Setelah itu, Soekarno menjadi pemimpin yang tidak lagi punya visi transformatif.

Dalam tingkat tertentu, Soeharto juga merupakan tipe pemimpin transfrmatif yang berusaha mengubah kondisi Indonesia lewat proyek pembangunan dan modernisasi yang dipimpinnya. Sementara itu, pemimpin transaksional adalah tipe yang paling banyak dijujmpai di Indoensia.sejak Abdurahman Wahid hingga SBY, menurut Liddle, semuanya adalah jenis pemimpin transaksional yang mempertukarkan kekuasaanya dengan posisi-posisi yang dapat menguntungkan dirinya dan kelompoknya.

Habibie adalah pengecualian. Dengan masa kepemimpinannya yang cukup singkat, dia berusaha memperlihatkan dirinya sebagai pemimpin transformatif. Dengan kekuasaanya yang tiba-tiba didapatkannya (pasca mundurnya Soeharto), dia tidak tampak berusaha mempertukarkannya dengan imbalan yang dapat memperpanjang usia kekuasaanya.

Jokowi dengan segala plus minusnya telah meletakkan satu fondasi besar dalam transformasi kenegarawanan.

Jokowi meletakan pusat ibu kota negara dengan memindahkannya ketengah-tengah episentrum Indonesia di Kalimantan sebagai tanda keadilan bagi seluruh bangsa Indonesia untuk menuntaskan ketimpangan antar Kawasan di negara ini . Jokowi akan berusaha mencari figure calon presiden yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan yang telah dia mulai dari gaya blusukannya dulu. Para relawannya menyiapkan barisan yang tegak lurus kepadanya, meski kadang-kadang sering berbenturan diruang public dengan partai Jokowi sendiri. Naun Jokowi menjadi magnet tersendiri yang membuat kekuatan-kekuatan lain terserap oleh aura kekuasaanya.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH