Padang Aro - Penyuluh pertanian merupakan pasukan terdepan (infanteri) dalam upaya peningkatan produktivitas petani, baik dari segi motivasi, peningkatan pengetahuan, hingga pendampingan para petani. Dengan perannya tersebut, petani dituntut untuk menguasai keterampilan pertanian yang lebih luas dan adaptif terhadap perubahan teknologi.
Hal ini disampaikan Bupati Solok Selatan H. Khairunas dalam pembukaan Musda Pehiptani dan Pengukuhan Penyuluh Pertanian Swadaya Kabupaten Solok Selatan di Hotel Pesona Alam Sangir, Rabu (8/3/2023).
"Para penyuluh terlebih dahulu harus menguasai keterampilan dalam pengelolaan usaha pertanian secara luas seperti bercocok tanam, berternak, perikanan bahkan dari penyediaan sarana prasarananya, pengolahannya, pemasarannya hingga memahami berbagai teknologi pertanian terbaru," katanya
Pasalnya saat ini masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti banyak petani yang belum menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan masih menggunakan cara bertani tradisional yang masih rendah tingkat produksinya. Selain itu juga masih banyak petani yang masih belum memahami hilirisasi dari produk pertanian.
Untuk itu Bupati mengharapkan para penyuluh harus terus berupaya untuk meningkatkan kompetensinya untuk bisa melakukan tugasnya dengan maksimal.
Saat ini sektor pertanian dan peternakan merupakan sektor dominan yang memberikan kontribusi yang besar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Solok Selatan, menyumbang 25% dari total PDRB.
Ketua DPRD Solsel, Zigo Rolanda saat itu berharap agar para penyuluh pertanian memberikan arahan kepada petani terkait manajemen pertanian yang benar, maju, mandiri, dan modern.
Selain itu terkait distribusi pupuk juga perlu kita awasi bersama.
''Hati-hati dengan pupuk palsu, yang bahkan dijual dibawah harga subsidi. Jangan tergiur dengan harga pupuk yang murah. Untuk itu, dengan adanya pengurus Perhiptani yang baru diharapkan hal-hal tersebut bisa menjalankan amanah sesuai dengan yang diharapkan,'' imbuh Zigo. Relis (AA)
Editor :






