BUKITTINGGI - Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol.PP ) Bukittinggi, gencarkan operasi Penyakit Masarakat (Pekat), dua pasangan ilegal berhasil di gelandang ke Mako Satpol PP, Sabtu,(11/02) malam.
Pelaksanaan operasi pekat itu, adalah untuk mengantisipasi terjadi pelanggaran tentang Penyakit Masarakat di Kota Bukittinggi.
Pads Operasi yang digelar malam minggu kemaren , dimulai dari pukul 11.45 s/d pukul 02.15, dini hari minggu(12/02) itu, berhasil mengamankan 2 Pasang, ilegal di hotel kelas melati. Saat di grebek petugas Satpol PP, kedua pasangan itu, tidak bisa menunjukkan identitas resmi mereka sebagai pasangan suami istri yang sah,sehingga kedua pasangan itu di gelandang ke Mako Satpol PP untuk di periksa dan dibina,serta membuat surat perjanjian di atas materai,bahwa mereka tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, ujar Kasatpol PP Bukuttinggi Efriadi melalui Kasi PPNS Satpol PP Bukittinggi, Irman yang ikut turun bersama tim melakukan kegiatan tersebut.
Menurut Kasatpol PP Bukittinggi, kepada kedua pasangan ilegal itu, dikenakan sanksi denda administrasi pelanggaran Perda no. 3 th 2015 Pasal 20(1) masing-masing Rp 1.000.000,- yang langsung di setor ke RKUD kota Bukittinggi, jelasnya.
Pasangan yang terjaring dalam operasi pekat itu, berinisial AI (33 Th) asal Bandung dengan pasangannya,EY ( 24 Th) asal Bandung,mereka diamankan hotel Yk, sementara di hotel Sumatra D diamankan L (36 Th )asal Bukittinggi, dengan pasangannya, SF (48 Th ) asal Bukittinggi.
Pemuda pelaku balapan liar itu, berinisial R (16 ) asal Balai Gurah Ampek angkek canduanng Kan Agam, dia melakukan balapan liar di Jalan NJ Dt Mangkuto Ameh, dekat Kantor Satpol-PP arah menuju garegeh, kawasan dekat rumah penduduk.
Mereka ada sekitar 6 motor, namun yang dapat diamankan hanya 1 pengendara, motor dengan knalpot racing yang meresahkan masarakat, ungkap Irman,kasi PPNS Satpol PP Bukittinggi.
( Yus)
Editor : Berita Minang






