IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Mak Itam Dioperasikan, Erick Thohir : Pemko Ikut Pembiayaan Agar Operasional Proyek Tak Mangkrak

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Pemko Ikut bersama membantu pembiayaan operasional Mak Itam agar pasca peresmian proyek ini tidak mangkrak. Sawahlunto, Selasa (20/12/2022). Foto : Iyos
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Pemko Ikut bersama membantu pembiayaan operasional Mak Itam agar pasca peresmian proyek ini tidak mangkrak. Sawahlunto, Selasa (20/12/2022). Foto : Iyos
PT GITO PERDANA SEJAHTERA
SAWAHLUNTO - Kereta api wisata Mak Itam kembali di operasikan di jalur sepanjang 4 kilometer dari Sawahlunto ke Muaro Kalaban oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Selasa (20/12/2022).Erick mengatakan, KA Wisata Mak Itam kembali dioperasikab berkat kolaborasi dan sinergitas dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Semen Indonesia Gresik (SIG), PT Bio Farma, dan PT Pupuk Indonesia, yang berhasil menghimpun pembiayaan sebesar Rp 18 miliar.

Kereta api wisata Mak Itam ini diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap kebangkitan industri pariwisata Kota Sawahlunto, dan industri pariwisata secara umum di Sumatera Barat.

Sebab, kata Erick Thohir, pariwisata merupakan sektor potensial yang mampu membangkitan ekonomi masyarakat. Oleh karenanya, seluruh pemerintah daerah di Sumatera Barat harus ikut membangun ekosistem kepariwisataan ini dengan cara bersama-sama tanpa menunjukan egosektoral masing-masing kepala daerah.

"Dalam membangun ekosistem dan infrastruktur pariwisata, kita harus membudayakan disiplin dalam soal masalah kebersihan, sehingga industri pariwisata ini berjalan dengan baik. Satu hal yang perlu diingatkan, jangan sampai kita berlaku kebarat-baratan karena budaya kita justru lebih kaya dari mereka." Ungkap Erick.

Pernyataan Erick menyentil berbagai kalangan yang sudah terjebak kebarat-baratan dengan selalu memberikan pelayanan berbeda terhadap tamu asing. Sementara wisatawan lokalnya yang jauh lebih berkontribusi banyak malah merasa dianak tirikan.

Terkait masalah kelanjutan pengoperasian kereta Mak Itam dan perawatan jalur kereta api Sawahlunto -Muaro Kalaban pasca peresmian, Pemerintah Daerah juga harus ikut serta dalam hal pembiayaan pengoperasian agar proyek ini kedepab tidak mangkrak.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sementara, Direktur PT KAI Didik Hartantio, inisiasi pengaktifan kembali kereta api Mak Itam merupakan arahan langsung Menteri Erick Thohir tanggal 3 Pebruari 2022 kepada KAI untuk berkolaborasi dengan PT Biofarma, PT Pupuk Indonesia, Dan PT Semen Indonesia Gresik dalam mendukung pendanaan yang dibutuhkan dalam rangka perbaikan jalur kereta api dari Sawahlunto ke Muaro Kalaban sepanjang 4 kilometer yang amanatnya diserahkan kepada PT KAI.

"Mengoperasikan kembali kereta api Mak Itam merupakan ikhtiar dan bentuk kongkrit dukungan yang diberikan 4 BUMN dalam rangka pemulihan ekonomi Sumatera Barat melalui pengembangan sektor pariwisata dengan memanfaatkan optimasi aset BUMN yang ada di Sumatera Barat." Ungkap dia.

Dukungan Semua Pihak

Anggota DPR RI Komisi VI Andre Rosiade yang juga Ketua DPP Gerindra Sumbar menyebutkan rasa terima kasihnya kepada Menteri Erick Tohir yang telah menangkap aspirasinya bersama Wako Sawahlunto Deri Asta saat itu tanggal 30 Maret 2021 dimana saat itu Andre Rosiade sebagai anggota DPR RI yang memfasilitasi beberapa kepala daerah untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi.

"Alhamdulillah saat itu langsung direspon Pak Menteri dengan membentuk PMO dan berhasil dieksekusi saat ini. Namun, sebenarnya kita masih butuh Rp 15 miliar lagi untuk meneruskan penyelesaian track dari Muaro Kalaban ke Silungkang. Nah hari ini saya melihat banyak potensi yang bisa digarap karena ada berbagai direktur dan komut BUMN yang dapat berkolaborasi sehingga ditahun 2023 hal ini diharapkan dapat dilakukan." Harap Andre, yang istrinya juga berasal dari Silungkang.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH