PAINAN - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pessel, Mawardi Roska menegaskan, agar bisa dijadikan sebagai andalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, maka nagari yang masuk sebagai desa wisata diminta agar mampu berinovasi dalam menumbuhkembangkan potensi yang ada.
Penagasan ini disampaikan Mawardi Roska, Jumat (2/9/2022) di Painan, terkait 15 desa wisata di Pessel yang saat ini terus dilakukan pengembangannya melalui peran aktif masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada.
Dia menjelaskan bahwa tempat-tempat wisata yang ada di Pessel memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan. Berdasarkan hal itu maka perlu lebih ditingkatkan lagi pengelolaannya.
Dari itu dia berharap kepada pelaku wisata di desa wisata agar lebih berinovasi lagi dalam menciptakan tujuan wisata baru.
"Desa wisata merupakan desa yang memiliki potensi serta daya tarik wisata yang khas dan unik baik berupa karakter fisik lingkungan dan pedesaan, maupun kehidupan sosial budaya kemasyarakatan yang dikelola dan dikemas secara menarik dan juga alami," ujarnya
"Selain itu, desa wisata juga harus mampu menggerakan aktivitas ekonomi pariwisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," ujarnya
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sarasah Kamumuan Salido Saribulan, Kecamatan IV Jurai, Yuda Rahayu Putra, ketika dihubungi mengatakan bahwa Nagari Salido Saribulan di daerah itu merupakan salah satu dari 15 desa wisata yang ada di Pessel.
"Selain wisata alam seperti air terjun setinggi 15 meter, dan atraksi berhanyut di dalam terowongan air yang panjangnya hampir 3 kilometer. Kita juga melakukan pengembangan potensi wisata minat khusus, yakni nungguin durian jatuh secara langsung di lahan penduduk," katanya.
Disampaikannya bahwa itu merupakan salah satu potensi wisata penunjang yang mungkin tidak semua desa wisata memilikinya.
Editor :






