Selain itu, dalam pelatihan tersebut juga mempraktekan cara pengolahan lahan dengan menggunakan bedengan kayu dimana tanah digali sedalam 30 centimeter, lalu kayu-kayu ranting dimasukan disusun berdasarkan ukuran terbesar pada bagian bawah ditambah ranting dan rumputan kering lalu ditimbun dengan tanah.
Menurutnya ini merupakan salah satu cara pengelolaan pertanian yang akan meringankan pengolahan, ke depan hanya perlu menambahkan mulsa diatasnya tanpa dilakukan pengolahan kembali untuk menanam selanjutnya.
" makanan tanaman dari ranting-ranting yang lapuk di dalam sudah tersedia juga akan mengurangi pertumbuhan gulma karena menggunakan mulsa organik dari rumput-rumput kering yang digunakan," ucapnya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kepala sekolah pondok pesantren Hidayatullah Mentawai, Muslimin menyambut baik kegiatan road to school yang diadakan Yayasan FIELD Indonesia dan ASB, harapannya ini akan berdampak menambah semangat santriwan/wati kedepannya dalam mengelola lahan pesantren sebagai bekal ilmu mereka kedepan. (BM)
Editor : Berita Minang







