PADANG - Persoalan kebahagiaan dalam kehidupan adalah hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap orang dan kebahagiaan tentu bersifat individual yang terus selalu berproses.
Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi dan Kesehatan pada Jumat (13/5) pagi ini secara virtual yang diikuti oleh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Pada kesempatan itu, Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Ustaz Dr. Bagus Riyono, M.A. yang juga Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan secara virtual.
Dalam ceramahnya dengan topik "Puncak Kebahagiaan Seorang Muslim" Ustaz Dr. Bagus Riyono, M.A. menyampaikan bahwa kebahagiaan itu berproses dan semestinya dan harapan kita adalah kebahagiaan di dunia hakiki sehingga akan dimiliki hingga akhirat.
Ustaz Dr. Bagus Riyono, M.A. yang juga Presiden Asosiasi Internasional Psikolog Muslim mengemukakan bahwa kebahagiaan yang sejati itu ada di dalam kalbu bukan di dalam penglihatan fisik.
Lebih lanjut kata Ustaz Dr. Bagus Riyono, M.A., rahasia kebahagiaan dalam kehidupan adalah ketika kita tidak mempunyai rahasia dalam kehidupan itu dan obat terbaik itu dalam hidup manusia adalah ilmu.
"Kita sudah percaya kepada Allah, tetapi kadang-kadang kita belum mengenal Allah. Kita harus mengenal Allah dan mengenal Allah harus dengan ilmu pengetahuan. Semestinya kita harus mengenal Allah secara individual tanpa melalui perantaraan orang lain," jelas Ustaz Dr. Bagus Riyono, M.A.
Ustaz Dr. Bagus Riyono, M.A. menambahkan bahwa satu-satunya struktur yang bisa membuat kita bahagia dalam kehidupan adalah selalu mengambil hikmah di balik setiap peristiwa yang dihadapi dalam kehidupan di dunia, misalnya ketika kita sakit, hikmah yang harus diambil adalah Allah memberikan waktu kepada kita untuk beristirahat.
"Materi yang diperoleh semestinya diambil hikmah adalah Allah memberikan materi sebagai jalan atau alat kepada manusia untuk beramal saleh; yang artinya materi hanyalah sebagai alat dalam kehidupan manusia," tambah Ustaz Dr. Bagus Riyono, M.A.
Editor : Berita Minang






