Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera barat memberikan bantuan satu paket ternak unggas berupa ayam sebanyak 200 ekor dengan anggaran sekira Rp 50 juta untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mentawai yang akan ditempatkan di lokasi Pengelolaan Peternakan daerah jalan raya Tuapejat Km. 8 Kecamatan Sipora Utara.
Selain untuk pembelian bibit ayam dari lokasi pengembangan unggas di Pasaman Barat sesuai yang ditunjuk Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera barat, Erinaldi, dana tersebut juga untuk membantu biaya pakan selama 6 Bulan dan pembuatan kandangnya.
Erinaldi menyebutkan bahwa hal tersebut untuk mendukung program Opal (Obor Pangan Lestari) dari Kementrian Pertanian tahun 2019 ini.
Opal merupakan sebuah model penganekaragaman pangan untuk memenuhi gizi masyarakat dimana pihak Pertanian maupun peternakan memberikan contoh dari lingkungan keluarga dan kepada masyarakat.
Dengan adanya sentra peternakan unggas pada setiap pulau dapat menekan harga. Sehingga sumber protein dari daging maupun telur ayam dan puyuh diperoleh masyarakat dengan harga yang murah.
Selanjutnya, bibit ayam tersebut berada di bawah kontrol Pemerintah dan ketika anak ayam yang baru ditetaskan, barulah bibit disebar kepada masyarakat yang memiliki atau berminat mengembangkan ternak ayam.
"Tujuannya selain untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan menjawab stunting, juga meningkatkan perekonomian. Saat ini, sesuai ketersediaan personil dan anggaran, kita terapkan di Sipora dulu," imbuh Hatisama Hura Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mentawai.
Erinaldi menambahkan pengembangan ternak ayam tinggal direplikasi kecamatan lain jika sudah berjalan.
"Kalau setiap kecamatan mau swasembada rumah tangga,dapat mengakomodir dana desa. Kita berharap Bupati mempressure camat menerapkan hal serupa," kata Erinaldi.
Editor :






