Bupati menjelaskan, wilayah Pessel terkenal dengan kekayaan objek wisatanya. Saat ini masyarakat hanya mengetahui wisata Pulau Cingkuak dan Pulau Batu Kareta di Painan.
Selanjutnya, masyarakat juga hanya mengetahui objek wisata di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan, Teluk Mandeh, Puncak Nona, Pulau Setan, Pulau Saronjong Gadang, Pulau Seronjong Ketek, Pulau Cubadak, Hutan Magrove, Pulau Kapo-kapo, Air Terjun Sungai Gemuruh dan Pulau Taluk Sikulo.
"Artinya Pulau Semangki Besar dan Semangki Kecil sangat indah dan pengembangannya dikemas menjadi destinasi eksklusif nantinya," ulasnya.
Dalam waktu dekat ini, kata Bupati, tak hanya dua pulau tersebut yang dibangun, pihaknya juga akan memperkenalkan daerah tujuan objek baru seperti Jembatan Kaca di kawasan Air Terjun Timbulun di Nagari Painan Timur Painan, Kecamatan IV Jurai.
Saat ini, ungkap, Bupati, pembangunan fisik jembatan tersebut bakal menelan anggaran sekitar Rp25 miliar dan anggaran ini sudah diusulkan ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Desember 2021 lalu.
"Saat ini, kami baru sedang dalam tahap penyelesaian pembebasan lahan masyarakat. Dan pembebasan lahan pada tahap pertama sudah selesai dan menelan biaya Rp1,8 miliar dari APBD 2021.
"Kami sudah mencari tapak dari jembatan kaca yang direncanakan baik sebelah kanan dan kiri. Kondisi hari ini, ada tiga opsi. Tapi, kita akan mencari posisi terpendek yaitu 172 meter, tapi memang resiko agak sedikit merencong arah kekiri. Karena itulah ketinggian yang sama 110 meter dari ketinggian laut," tuturnya.
Selain jembatan kaca, pihaknya juga bakal mengembangkan kawasan penunjang untuk beberapa wahana. Untuk hal tersebut diprediksi dapat menghabiskan anggaran sekitar Rp5 miliar hingga Rp7 miliar.
DiakuiBupati, dengan kondisi keuangan yang cukup terbatas, pemerintah daerah akan tetap berusaha meminta anggaran melalui Kementerian PUPR untuk bisa merangkul dan menggulirkan dana APBN dalam pengembangan wisata di Pessel. (RND/Je)
Editor : Berita Minang






