PADANG PANJANG - Perguruan Diniyyah Puteri menggelar acara presentasi hasil proyek integrasi para santri nya terhadap persoalan di sejumlah daerah di Sumatera Barat dan pameran berupa maket penyelesaian permasalahan yang terjadi dilapangan, selasa, (12/12).
Disamping sebagai tugas akhir, melalui kegiatan itu, para santri menawarkan sejumlah solusi dari hasil pengamatan mereka di lapangan.
Para santri Diniyyah Puteri melakukan pengamatan dan pemecahan permasalahan terhadap persoalan disejumlah daerah, antara lain, di PDIKM Padang Panjang,Pantai Kata Pariaman,Pantai Air Manis Padang,
Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota ,Pabrik Kerupuk Merah Padang Payakumbuh, Pasar Atas, Pasar Bawah, Pasar Aur Kuning di Kota Bukittinggi dan
Kota Solok.
Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan El -Muhammady, SE,Akt, M. Si menyampaikan kegiatan proyek integrasi para santri nya itu merupakan penerapan dari keilmuan pada level karya guna.
Menurut beliau, level karya guna akan mendorong para pelajar menjadi seorang kreator dan inovator. Lewat proyek integrasi itu, kata Fauziah Fauzan, semua ilmu pengetahuan digunakan untuk memecahkan persoalan di lapangan.
Acara turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Drs. H. Nasrul Abit Datuak Malintang Panai, Wakil Walikota Padang Panjang Drs. Asrul, Kepala Kemenag Kota Padang Panjang Drs. Gusman Piliang, M.M, unsur pejabat dari Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat para pejabat dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan undangan lainnya.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit memberikan apresiasi kepada Diniyyah Puteri atas hasil proyek integrasi yang dilakukan para santri nya. "Ini adalah kebanggaan bagi Provinsi Sumatera Barat karena tidak banyak sekolah yang melakukan hal ini," ungkap Wagub.
Apresiasi juga disampaikan, Nasrul Abit, atas usaha Perguruan Diniyyah Puteri dalam menjaga citra profesional nya yang mampu memberi dampak positif dari waktu ke waktu.
" Selamat kepada santri yang telah mengimplementasikan ilmunya dilapangan," kata Wagub.
Editor :






