PADANG - Walikota Sawahlunto dan Rektor Universitas Negeri Padang selenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) untuk memaksimalkan pelaksanaan kerja sama PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) di Kampus UNP Air Tawar Padang. Pada kegiatan yang diselenggarakan pada Senin (7/2) ini, Walikota, Wakil Walikota, Sekda dan jajaran Pemko Sawahlunto hadir untuk tindak lanjut kerja sama Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang ada di Sawahlunto.
Dalam sambutannya Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan bahwa dengan PP 114 tahun 2021, UNP pada saat ini telah memiliki kewenangan yang lebih luas termasuk dalam pembukaan dan penutupan program Studi yang ada.
"Dengan kewengan tersebut, Universitas Negeri Padang dapat membuka program studi baru di Sawahlunto sesuai kebutuhan di lapangan," tambah Rektor Prof. Ganefri, Ph.D.
"Pada saat ini perkuliahan gedung kuliah teori sudah dibangun dengan anggaran 1,5 milyar. Pada tahun 2022 akan dilakukan pembangunan termasuk penambahan gedung dan
rencana pembangunan gedung Dekanat yang selanjutnya akan dihibahkan untuk dikelola Universitas Negeri Padang," jelas Walikota Sawahlunto, Deri Asta, S.H.
Selain itu, Walikota Sawahlunto juga berharap Kota Sawahlunto akan menjadi pusat belajar dan Pemko Sawahlunto juga berkeinginan menambah tiga prodi baru yaitu Teknik informatika komputer, PG PAUD, dan PGSD.
Walikota Sawahlunto Deri Asta, S.H. didampingi Wakil Walikota Zohirin Sayuti beserta seluruh jajaran hadir dalam Diskusi Kelompok Terpumpun yang dilaksanakan dengan Prokes Covid-19 bertempat di ruang Sidang Senat Universitas Negeri Padang. Sementara dari Universitas Negeri Padang dihadiri Sekretaris Universitas, Dekan, Kepala Lembaga, dan Badan di lingkungan UNP. (HA/ET)
Editor : Berita Minang






