IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Lelaki Rambut Bawang, Dibedah di Rimba Bulan Padang Panjang

Suasana diskusi buku, Lelaki Rambut Bawang hasil karya Denni Meilizon dibedah di Ruang Baca Rimba Bulan, Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Sabtu (15/1).
Suasana diskusi buku, Lelaki Rambut Bawang hasil karya Denni Meilizon dibedah di Ruang Baca Rimba Bulan, Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Sabtu (15/1).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG - Buku kumpulan cerpen (kumcer) "Lelaki Rambut Bawang" hasil karya Denni Meilizon dibedah di Ruang Baca Rimba Bulan, Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Sabtu (15/1).

Diskusi bedah buku itu di moderatori penulis dan pegiat literasi Padang Panjang, Muhammad Subhan dengan pemantik diskusi Ubai Dillah Al Anshori (dosen dan sastrawan), Januar Efendi (penulis dan guru) dan Arbi Tanjung (Founder Pasaman Boekoe sekaligus penulis dan pegiat literasi).

Berbagai pandangan baik kritikan dan saran yang membangun, disampaikan masing-masing pemantik dalam ajang bedah buku yang berlangsung selama kurang lebih satu jam setengah itu.

Arbi Tanjung menilai kumcer yang ada dalam buku ini soal terasa nikmat atau tidak, itu tergantung dari kesiapan si pembaca.

"Ini tergantung dari kesiapan si pembaca dengan bekal yang ada padanya untuk menerima cerita di dalam buku ini. Bagi saya nikmat. Mungkin dari yang lain bisa jadi berbeda," kata Arbi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Arbi menambahkan, kumcer yang ada di dalam buku ini ceritanya cukup berkesinambungan. Namun ia juga mengkritik untuk penutup di masing-masing cerita. Penulis dinilainya masih agak terlalu tergesa-gesa untuk mengakhiri cerita yang ia buat yang mengakibatkan endingnya agak rancu.

Berbeda dengannya, Ubai Dillah Al Anshori memiliki beragam macam dugaan tersendiri di dalam buku ini.

Kata Ubai, buku tersebut dituliskan sebagai cara menghimpun tulisan yang terbit di media atau yang dituliskan sayang untuk ditinggalkan. Sehingga sebaiknya disatukan saja menjadi sebuah buku.

"Ini hanya sebagai dugaan saya, buku ini disatukan saja dan tidak ada kepentingan lainnya. Buku ini menghimpun sebanyak 14 cerpen dengan tahun yang berbeda-beda. Namun ada juga yang dituliskan dengan tahun yang sama. Sejatinya itu semua tidak jadi masalah. Hanya saja pencatatan perlu diurutkan ke depan publik," ungkap Ubai.

Lebih lanjut Ubai menambahkan, cerpen pembuka pada buku ini, "Ami Ingin Pulang ke Masa Lalu" dan ditutup dengan "Lelaki Rambut Bawang" yang dipilih penulis menjadi judul buku.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH