PAYAKUMBUH - Ratna Dewi, warga Kelurahan Koto Panjang Dalam Kecamatan Lamposi Tigo Nagori kondisinya sekarang ini sudah sangat kurus. Nasib malang Ratna ini diawali dengan terinjak paku di tempat dia membantu suaminya bekerja beberapa bulan yang lalu, semenjak itulah Ratna tidak bisa berjalan lagi sehingga sampai saat ini kondisinya hanya bisa tidur di kamar dan berbaring lemas.
Ibu muda 2 anak ini sangat membutuhkan uluran tangan dermawan untuk berobat dan kebutuhan keluarganya, suami Ratna juga berprofesi sebagai seorang buruh harian.
Kemudian, ada pula Aisyah Azzalea, seorang gadis kecil dan imut yang berusia 2 tahun 8 bulan, harus dibesarkan dan tumbuh tanpa seorang ibu.
Aisyah yang kesehariannya tinggal bersama kakek dan nenek nya di RT 02/RW01 di Kelurahan Sungai Durian ini tidak bisa beraktifitas dan bermain seperti layaknya anak-anak yang lain, karena leher, tangan, dan kakinya lumpuh, serta dan matanya mengalami kebutaan.
Keseharian Aisyah hanya bisa tidur terlentang. Kaki dan tangannyo cengkok sementara lepala dan leher kurang berfungsi, ketika disuapi makan saat lehernya ditegakkan, maka makanan keluar lagi.
Menurut Camat Latina Diki Engla Mardianto saat dihubungi media, Senin (22/11), mengatakan terkait BPJS kedua warga ini sudah diuruskan oleh pihak kelurahan, bahkan sejak saat camat lama Dewi Novita. Namun saat ini yang menjadi persoalan adalah biaya hidup keluarga mereka saat pergi berobat dan menemani selama proses perawatan.
"Kita bersama lurah dan seluruh tokoh masyarakat sedang berjuang mengumpulkan donasi untuk membantu Ratna dan Aisyah," kata Diki.
Sementara itu, dari keterangan dari narasumber terpercaya, yakni pemuda Latina, Jonal kepada media, Senin (22/11), menyampaikan dirinya menjadi penanggung jawab pengumpul donasi bagi kedua warga ini, sangat berharap uluran tangan dari para donatur.
Editor :






