LSP Universitas Negeri Padang Hadirkan Wakil Ketua BNSP untuk Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi

PENDIDIKAN-192 hit

PADANG - Universitas Negeri Padang berusaha mengembangkan Sekolah Vokasi seiring dengan peningkatan D3 Vokasi menjadi S1 Vokasi dan meningkatkan peran serta UNP dalam peningkatan sertifikat kompetensi di SMK di Sumatera Barat. Untuk itu, Pimpinan Universitas Negeri Padang mengucapkan terima kasih kepada BNSP yang karena telah hadir sebagai narasumber pada kegiatan sosialisasi ini.

Rektor Universitas Negeri Padang yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Dr. Refnaldi, M.Litt. mengemukakan hal itu dalam sambutannya ketika membuka kegiatan sosialisasi peran sertifikasi kompetensi dalam menghasilkan lulusan yang profesional bertempat di Ruang Sidang Senat UNP Kampus Air Tawar Padang pada Rabu (3/11).

"Kegiatan sosialisasi peran sertifikasi kompetensi ini sangat penting tidak hanya untuk meningkatkan jumlah sertifikat kompetensi dosen dan sertifikat kompetensi mahasiswa, tetapi juga sangat penting untuk menjadikan LSP UNP sebagai pusat sertifikasi di Sumatera," tambah Wakil Rektor I, Dr. Refnaldi, M.Litt.

Baca Juga


Pada kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh para pimpinan tersebut, LSP Universitas Negeri Padang menghadirkan narasumber Miftakul Aziz, M.H. Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Jamaris, M.Pd. ( Ketua LP2M) Universitas Negeri Padang menjelaskan bahwa Kemdikbud Riset dan Teknologi RI menuntut kinerja perguruan tinggi dengan Indikator Kinerja Utama yang salah satunya adalah adanya dosen memiliki sertifikat kompetensi.

"Berdasarkan hal itu, Pimpinan Perguruan Tinggi dan dosen sangat berkeinginan untuk memfasilitasi LSP dan meningkatkan jumlah skema sertifikasi serta meningkatkan jumlah dosen yang memperoleh sertifikat kompetensi tersebut," jelas Prof. Dr. Jamaris, M.Pd. (ET)

Pada kesempatan itu, Miftakul Aziz, M.H. Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai narasumber menyampaikan bahwa perguruan tinggi sesuai amanat Undang-undang perlu memastikan lulusan memiliki kompetensi yang diharapkan dan ditunjukkan dengan sertifikat kompetensi.

"Pada masa kini, setiap profesi harus ada standar kompetensi kerja. Untuk itu profil lulusan di perguruan tinggi termasuk juga pelatihan yang dilaksanakan harus mengacu kepada standar kompetensi yang diharapkan," jelas Miftakul Aziz, M.H. Wakil Ketua Badan Nasional. (ET)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru