Sekarang Minang Kayo memiliki dua galeri, di Lembah Anai dan di Silaing Bawah. Tidak hanya fokus penjualan di galeri, dia juga memasarkan secara online di media sosial dan di market place seperti Shopee dan Tokopedia.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Pris mengaku sebelum masa pandemi, omzet penjualan bisa mencapai Rp 350 juta. Namun setelah pandemi muncul, omzet turun drastis. Hanya 20 jutaan perbulan. Ia menyiasati kondisi ini dengan melakukan pengurangan karyawan, menyesuaikan harga produk, produksi di pabrik Minang Kayo dihentikan dan fokus di Senja Kenangan saja. Ini bertujuan untuk mengurangi ongkos produksi.Baca juga: Belanja Praktis Satu Lokasi, Semua Kebutuhan Ramadan dan Lebaran Ada di Pasar Pusat Padang Panjang
"Saya berharap pandemi ini cepat berlalu. Sehingga ekonomi kembali membaik seperti dulu," ucapnya singkat. (NURJANATIL HUSNI dan NUR AZIZAH)
Editor : Berita Minang






