Menurut Ketua PHPS Tusrial, saat ini di Pessel telah bergabung sekitar 40 pengelola homestay menjadi anggota PHPS. Tetapi, lanjut dia, karena organisasinya baru terbentuk belum lama ini, dan pengalaman pengelolaan homestay belum maksimal apalagi profesional, maka pihaknya minta dukungan dan keterlibatan PHSB untuk berbagi pengalaman dalam mengelola homestay dengan baik sesuai standar penginapan rumahan.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ada yang unik disetiap kegiatan anggota PHSB dalam bersilaturahmi ke homestay sesama anggota PHSB atau homestay lainya lalu menginap dengan tetap membayar dan bukan gratis. Ini mencerminkan profesionalisme yang mengedukasi bagaimana tamu harus dilayani dan pengelola harus melayani. "Tradisi ini inilah yang selalu kami bangun." Kata Hendri, Sekretaris Asosiasi Homestay Kota Sawahlunto. (Iyos)
Editor : Berita Minang







