CANDU tersalurkan, banyak ikan dibawa pulang. Demikian dilontarkan Mul, Ahad (26/9) saat mengikuti kegiatan mancing ikan larangan yang diadakan warga Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang.
Mul yang merupakan warga Batang Arau, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar itu, mengaku tiap tahun mengikuti kegiatan ini. Ia dapat info kegiatan ini di grup Facebook dan selebaran yang disebarkan panitia.
Dengan modal Rp 50 ribu/hari ia bisa membawa pulang ikan melebihi nilai insert yang ditetapkan panitia. "Saya ikut ajang ini bersama rekan-rekan sehobi. Alhamdulillah tiap tahun kami ikut menyemarakkannya. Selain hobi tersalurkan, kami bisa bawa pulang ikan untuk dimasak di rumah," ceritanya.
Mul juga memaparkan trik memancing di perairan terbuka ini. Tidak seperti memancing di kolam. Cukup lontarkan saja joran kail tidak ditunggu. Lebih sering angkat jorannya, karena ikannya tidak menetap, mereka mengalir terus dengan air.
"Setiap saya ikut kompetisi mancing ini, banyak ikan yang saya bawa pulang. Jenis ikannya pun banyak. Ada Ikan Rayo, Ikan Gariang, Lele, Nila dan lain sebagainya," sebutnya.
Beni juga menceritakan, tiap tahun peserta yang ikut kegiatan mancing ini terus bertambah. Pihaknya menyebarkan selebaran dan memuat postingan di medsos untuk mengundang pemancing ikut acara ini.
Beni menyebutkan, ada ratusan orang yang ikut ajang ini. Mereka menyebar di sepanjang pinggiran sungai yang panjangnya mencapai kurang lebih 1 km. Ada yang berdiri di atas batu, masuk di antara semak-semak, bahkan ada yang masuk ke dalam sungai.
Kegiatan ini, kata Beni, dimulai pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB. Panitia acara merupakan kelompok pemuda yang terdiri dari Remaja Masjid, PIK-R Kelurahan, Karang Taruna dan organisasi kepemudaan lainnya yang ada di Koto Katik.
Uang insert dari peserta kegiatan, digunakan untuk kemakmuran masjid. Seperti biaya untuk pembangunan, renovasi dan operasional lainnya.
Editor : Berita Minang






