PADANG - PT PLN (Persero) terus berupaya menjaga keseimbangan aspek lingkungan hidup dan keekonomian diwilayah operasional perusahaan, termasuk di pembangkit listrik tenaga uap PLTU) berbahan baku batu bara yang dimiliki korporasi pelat merah penghasil setrum itu.
Salah satu cara menjaga keseimbangan tersebut adalah melakukan berbagai inovasi teknologi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dimiliki. Tercatat, terdapat sederet teknologi yang mampu mengatasi masalah emisi pada penggunaan batu bara sebagai sumber energi.
Seperti halnya PLTU Lontar atau PLTU Banten 3 Lontar, yang memiliki pengalaman pengelolaan kelistrikan berstandar internasional.
Pengalamannya menerapkan teknologi ramah lingkungan juga didukung pada komitmen akan keselamatan kerja sehingga berhasil menerima sertifikat ISRS (International Sustainability Rating System) pada awal Januari 2019 lalu.
ISRS sendiri adalah sistem terdepan di dunia untuk mengukur dan memperbaiki kualitas sistem manajemen pada perusahaan agar dapat berjalan secara berkesinambungan khususnya pada aspek-aspek HSE (health Safety Environment). Sistem ini dikembangkan oleh DNV-GL sebagai institusi sertifikasi internasional Nowergia dan Jerman.
Implementasi ISRS di PLTU pula lah yang membuat PLN mendapat perhatian. Bersama 2 PLTU milik PLN lainnya, pembangkit unik ini berhasil meraih penghargaan internasional dari ASEAN Coal Awards 2021 yang digelar di Filipina.
ASEAN Coal Awards merupakan bagian dari kampanye pemanfaatan teknologi batu bara yang ramah lingkungan di Asean. Adapun penghargaan ini digelar setiap dua tahun sekali.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengapresiasi kemenangan PLN dalam Coal Awards 2021. Dia berharap penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja secara nasional, regional maupun global.
"Serta mendukung promosi penggunaan batubara yang bersih lingkungan secara berkelanjutan di ASEAN," ujarnya.
Editor : Berita Minang






