JALAN Soekarno Hatta, kini telah jauh berbeda dari yang sudah-sudah. Beberapa hari ini, pengerjaan pedestrian kota dalam bentuk trotoar yang lapang baru saja sudah.
Sepanjang 1.200 meter, dari Bukit Surungan (Busur) sampai pertigaan depan PDAM, pedestrian ramah disabilitas telah bisa dimanfaatkan pejalan kaki dan warga disabilitas.
Dulunya, trotoar di kawasan ini sempit dan sudah banyak berlobang. Beberapa warga pejalan kaki mengaku ada yang tersandung di situ.
Seperti diutarakan Yasmeri, warga RT 4 Busur menyebutkan, pedestrian ini sangat nyaman dan ramah lingkungan dari biasanya. "Biasonyo jalan balubang-lubang. Acok tasanduang jalan di siko. Apo lai patang tu banyak batang kayu yang indak taurus. Ampia satiok pagi mailak an rantiang nan patah," sebutnya.
Melihat situasi kekinian trotoar yang sudah bagus ini, Yasmeri sangat bangga menjadi warga Busur. Dari depan rumahnya saja sudah terlihat indah dengan keberadaan fasum ini. Ditambah lagi trotoar kali ini juga bisa digunakan bagi pemakai kursi roda.
Tak jauh beda dengan Yasmeri, Arleni juga mengaku sangat senang dengan kondisi pedestrian ini. Trotoar kali ini jauh lebih bagus dari sebelumnya.
"Sanang bana Ibu lah ado jalan model ko. Kok panek, ibu tingga macik tonggak. Kok nio duduak, kursi lah disadioan pulo. Jalannyo indak ado licin lai do," katanya seraya tersenyum.
Trotoar kini, tambah Arleni, sangat bersih, ramah lingkungan tidak perlu ditambah apa-apa lagi. Ini sudah melebihi dari yang biasanya.
"Lah cukuik raso dek Ibu kiniko. Aman Ibu bajalan. Sanang. Udara barasiah. Tong sampah ado lo disadioan. Langkok sadonyo," tambahnya.
Editor : Berita Minang






