Sebelumnya, masyarakat Pesisir Selatan heboh dengan penampakan buaya belakangan ini. Hal ini memicu kekhawatiran nelayan tradisional disana untuk melanjutkan pekerjaannya seperti memancing dengan mengunakan sampan dayung.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Sementara itu, Kabag Kesbangpol Setda Pessel Hardi Darma Putra, mengemukakan, Pemerintah Daerah Pesisir Selatan melalui Kabag Kesbangpol, Rabu (21/8) telah melakukan Rapat terbatas dengan Pihak BKSDA, Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran, Polsek IV Jurai, Pol Airud Pessel,Dinas Perikanan,BPBD dan Dinas Pariwisata,Pemuda dan Olahraga untuk mengkordinasikan tentang Satwa liar yang di bicarakan di tengah-tengah masyarakat.Baca juga: Road Show ke Fakultas, Ketum DPP Iluni UNP Ajak Alumni Berjejaring dan Saling Dukung Sesama Alumni
Dari hasil rapat kata, Hardi Darma Putra, pihak BKSDA akan melaksanakan tiga jenis tindakan terhadap kemunculan buaya tersebut, yaitu melaksanakan observasi terhadap satwa, ekosistem dan habitat, melakukan penggiringan ke habitat baru dan evakuasi, jika terjadi konflik.
(RND/MR)
Penulis / Wartawan: Marjeni Rokcalva
Editor:
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Marjeni Rokcalva dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





