PADANG - Wali Kota Padang Hendri Septa buka suara menyangkut pelantikan Amasrul menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumbar. Bahkan, Hendri Septa mengaku aneh dengan kebijakan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) yang melantik Amasrul tersebut.
Betapa tidak. Sebagaimana diketahui Amasrul merupakan Sekda Padang nonaktif yang saat ini masih menjalani proses pemeriksaan pasca dinonaktifkan oleh Hendri Septa. Namun, Amasrul malah dilantik menjadi kepala dinas di provinsi.
"Saya juga bingung, saya juga heran, aneh bin ajaib. Ini saya tidak mau berpolemik, sebenarnya beliau harus tahu diri, kan beliau masih menjabat sekda," kata Hendri Septa, Selasa (24/8/2021).
Menurutnya, Amasrul masih menjabat sebagai sekda meskipun statusnya nonaktif atau dibebastugaskan. Artinya sekarang Amasrul rangkap jabatan yaitu menjadi sekda nonaktif dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumbar.
"Ini bagaimana, dan satu lagi beliau masih dalam pemeriksaan, masih belum selesai pemeriksaan atas dugaan pelanggaran PP Nomor 53 tahun 2010," katanya.
Sesuai Aturan
Gayung bersambut. Amasrul menjawab tudingan Hendri Septa. Ia menyebutkan, pelantikan dirinya sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar oleh Gubernur Mahyeldi sudah sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.
Hal ini terkait dirinya yang dilantik menjadi kepala Dinas PMD pada Senin (24/8/2021), sementara ia dianggap masih belum selesai dengan jabatan sebelumnya. Yaitu, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang yang dinonaktifkan oleh Wali Kota Hendri Septa.
"Kan semua sudah melewati proses dan prosedur, saya sudah melewati proses. Jangan tanya ke saya, tanya saja kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD)," kata Amasrul, Selasa (24/8/2021).
Editor :






