TALANG MAUR - Nagari Talang Maur yang terletak di penghujung Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berbatasan langsung dengan Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan. Berjarak sekitar 20 km dari Sarilamak, Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota.
Di Nagari ini, bulan Juni, dan Juli 2021 lalu, sebagai tempat dipusatkannya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) ke-111 Kodim 0306/50 Kota dengan kegiatan pokok pembukaan jalan sepanjang 9 km menuju Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan.
Selain kegiatan pokok pembukaan jalan, juga ada kegiatan pendukung berupa pelatihan, dan sosialisasi atau penyuluhan yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Pada TMMD/N ke-111 tersebut, yang sangat gencar di sosialisasikan selama 1 bulan kegiatan adalah sosialisasi protokol kesehatan Covid-19, pembagian masker, dan pembuatan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terletak di Gerbang Masuk Nagari Talang Maur.
Satgas TMMD/N ke-111 bersama Satgas PPKM selalu mengkampanyekan hidup bersih, mematuhi protokol kesehatan, dan menerapkan 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan mengikuti vaksinasi Covid-19.
Kondisi itu dapat dilihat pada lokasi titik kumpul masyarakat seperti di Pasar yang ada di Nagari Talang Maur. Pedagang, dan pengunjung rata-rata tidak memakai masker. Begitu juga di tempat ibadah seperti Mushalla, dan Masjid saat pelaksanaan shalat berjamaah, rata-rata jemaahnya tidak memakai masker.
Kondisi itu terjadi karena kurangnya pengawasan dari Satgas PPKM sehingga masih perlu ditingkatkan kegiatan sosialisasi kepada maysarakat tentang protokol kesehatan. Dampak yang terjadi kalau mengabaikan protokol kesehatan karena hal itu belum dipahami betul oleh masyarakat sehingga masyarakat antara percaya dan tidak dengan Covid-19 tersebut.
Seperti yang diungkapkan sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Kampung Tangah, Nagari Talang Maur kepada media ini, mengatakan, mereka mengaku kurang paham dengan Covid-19, bagaimana penularannya, dan apa itu protokol kesehatan.
"Covid-19 kata orang, Covid-19 pula kata kami pedagang. Sekali-sekali petugas masuk Pasar, hanya lebih dominan selfienya ketimbang memberikan penyuluhan kepada masarakat, paling hanya diingatkan agar pakai masker. Setelah petugas pergi semua kembali membuka masker," ujar Efi Pedagang Sayur yang diamini Anto Pedagang Ikan Kering di Pasar itu kepada media ini, Jumat (13/08/2021) lalu.
Editor : Marjeni Rokcalva






