BUKITTINGGI - Angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Kota Bukittinggi sejak Senin (09/08/2021) sampai Kamis (12/08/2021) meningkat signifikan, sementara penambahan angka positif mulai melandai.
Data yang dirilis Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) selaku Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, Dt. Bandaro Bendangdi Portal resmi pemerintah Provinsi Sumbar menyebutkan, pada Senin (09/08/2021) penambahan kasus baru positif Covid-19 di Bukittinggi hanya 3 orang, sementara yang sembuh atau selesai isolasi 23 orang, dan meninggal dunia 4 orang.
Pada Selasa (10/08/2021), terjadi penambahan kasus baru positif Covid-19 sampai 45 orang, namun yang sembuh juga meningkat signifikan yakni 85 orang, dan yang meninggal dunia nihil.
Pada Rabu (11/08/2021) penambahan kasus baru positif Covid-19 menurun lagi, hanya 29 orang, sembuh hanya 2 orang, dan meninggal dunia nihil.
Begitu juga Kamis (12/08/21) penambahan angka positif Covid-19 semakin menurun hanya 12 orang, sembuh kesembuhan meningkat mencapai 130 orang, dan meninggal dunia nihil.
Sementara itu, Wali Kota (Wako) Bukittinggi Erman Safar mengharapkan semua pihak untuk bersama-sama berjuang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan Pemerintah
"Sekarang Bukittinggi memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 3. Tugas kita semua menurunkan dari PPKM level 3 ke PPKM level 2, dan level 1 sehingga semua aktivitas bisa berjalan dengan lancar. Kuncinya berada pada sikap kita semua dalam mematuhi prokes, terutama dalam pemakaian masker," ujar Wako Erman Safar usai jumpa pers tentang pencabutan Perwako 40/41 tahun 2018, Jumat (06/08/2021) lalu.
"PPKM level 3 itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Penentuan level ini ditentukan oleh Menteri Kesehatan sedangkan PPKM ditentukan koordinasi beberapa Menteri," tambahnya.
Menurut Erman Safar, Bukittinggi yang berada di level 3 sudah agak longgar sedikit tapi pendidikan belum bisa dilaksanakan secara tatap muka sedangkan kegiatan perdagangan baru bisa dengan daya tampung 25 persen.
Editor : Marjeni Rokcalva






