
Kepala Pusat Riset Penyakit dan Infeksi Universitas Andalas, Dr. dr. Andani Eka Putra hadir ditengah-tengah Pejabat dan berbagai lapisan masyarakat Solok Selatan dalam suatu kegiatan edukasi Covid-19.
"Tugas kita di hulu, bukan di hilir. Hilirnya rumah sakit, hulunya mulai dari pencegahan rantai penularan, pemerintah adalah supporting unitnya, pencegah utama adalah diri sendiri, masyarakat kita sendiri," tegas dr Andani.
Ia menambahkan bahwa untuk melewati dan menangani pandemi ini kedepannya, ada beberapa cara. Antara lain, pengetahuan kita sebagai individu harus ditingkatkan. Masyarakat diminta jangan termakan informasi hoax yang mengatakan bahwa Covid-19 ini tidak ada. Padahal, menurut dr Andani, kasus positif Covid-19 di Sumatera Barat terus meningkat.
"Di minggu ke 27 di 2021 saja, kasus kita sudah naik jadi 28%, Ini sudah warning, dan sumbar menjadi provinsi yang diwaspadai (peningkatan kasus Covidnya- red)," pungkasnya.
Senada dengan itu, Bupati Solok Selatan Khairunas pun menegaskan dan menghimbau kembali seluruh masyarakat Solok Selatan, dimulai dari tingkat jorong, nagari dan seluruh pihak terkait, supaya meyakinkan masyarakat agar melakukan vaksin. Mulai dari keluarga sendiri, pastikan seluruh anggota keluarga diberikan vaksin mulai dari yang berumur 12 tahun.

Acara Penguatan dan Sosialisasi dalam Upaya Peningkatan Kewaspadaan Penyebaran Covid-19 serta Edukasi Kepada Masyarakat, di aula Sarantau Sasurambi, Kabupaten Solok Selatan.
Karena itu, Bupati mengharapkan kerja bersama semua pihak, untuk bersama sama menuntaskan pandemi ini agar segera berlalu.
"Semua kemungkinan masuknya virus corona ini kita tutup, dengan kesadaran, dengan keikhlasan kita, tidak bisa pak Wali saja, pak jorong saja, seluruh masyarakat dan pemerintah harus kompak," tegas Bupati.
Editor : Berita Minang






