BENGKULU - Pesta olahraga terbesar Sumatera Porwil X Sumatera di Provinsi Bengkulu, ditutup secara resmi Sabtu malam, 9 November 2019. Kontingen Provinsi Sumatera Barat bercokol di posisi keempat klasemen akhir perolehan medali dengan mengantongi 23 emas, 30 perak dan 30 perunggu. Capaian ini melampaui Porwil sebelumnya dimana Sumbar hanya mengantongi medali sebanyak 20 emas, 20 perak dan 26 perunggu.
Saya melihat banyak peningkatan, dan saya cukup puas, meski di sejumlah cabang olahraga (Cabor) kita banyak dicurangi tuan rumah. Sehingga beberapa target medali akhirnya hilang.
Soal perolehan medali, apa komenta anda?Perolehan medali melampau Porwil IX di Bangka Belitung, bila dulu kita peroleh 20 emas, 20 perak dan 26 perunggu, sekarang perolehan medali naik jadi .23 emas, 30 perak dan 30 perunggu. Saya melihat ada lompatan maju di berbagai cabor, tapi ada pula yang turun, seperti di bulu tangkis dan cabor beregu.
KONI Sumbar besama Pengprov Cabor yang lolos PON akan melakukan persiapan serius guna meraih medali di PON nantinya. Cabor prestasi dan cenderung meraih medali tentu akan ada perlakuan khusus dan perhatian penuh dengan pola persiapan yang intensif. Misalnya, cabor Catur, dimana nantinya, satu atlet bisa bertanding di tiga nomor dan peluang emas, kita akan berikan perhatian serius. Jadi, tinggal atlet itu menetapkan targetnya bersama pelatih dan Pengrovnya. Yang jelas kita akan disiapkan serius.
Menyangkut pendaan bagaimana nantinya?Itu juga menjadi perhatian serius kita, termasuk masalaah pendanaan persiapan. Kami meminta kepada Pemerintah Provinsi (Gubernur dan DPRD Sumbar) melakukan penganggaran dengan skala prioritas dan memberikan perhatian penuh. Karena ini menyangkut harkad dan martabat Sumbar di tingkat nasional. Kita akan bahas hal ini dengan Gubernur, Dispora, dan DPRD terutama Komisi V dan Komisi III.
Cabor beregu, dalam Porwil kali ini minim prestasi, seperti sepakbola, volly dan bulu tangkis, tanggapan anda?Ya, kita memang akui, Cabor perorangan jadi ladang medali kontingen Sumbar di Porwil ini, sedangkan Cabor beregu masih belum maksimal dan hanya bulu tangkis yang dapat medali. Ke depannya, kita akan melakukan evaluasi khusus dan menyeluruh terhadap cabor beregu ini. Kita akan bahas, berbagai hal, termasuk soal atlet, pelatih dan lain-lain. Kita jelas tidak menganaktirikan cabor, semua sama, namun tentu ada perbedaan antara cabor prestasi perorangan dengan cabor beregu.
(cal) Editor :






