BESOKhari Jum'at (24/4) in Sya Alloh umat Islam di Indonesia sudah memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadhan tahun ini akan dijalani dengan suasana yang berbeda karena dilaksanakan di tengah pandemi virus Corona yang sudah melanda seluruh propinsi di Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga negara-negara lain di dunia ini. Perbedaan ini akan terasa karena pelaksanaan sholat tarawih banyak dianjurkan dilaksanakan di rumah, bukan di mesjid dalam rangka menghindari kemungkinan terjadinya penularan virus Corona. Tentu bukan hanya itu saja, melainkan banyak hal yang berbeda.
Sebagaimana kita ketahui bahwa bulan Ramadhan terbagi ke dalam tiga fase, yaitu fase pertama sepuluh hari awal Ramadhan sebagai fase rahmat, sepuluh di tengahnya sebagai fase maghfirah dan sepuluh akhirnya sebagai fase pembebasan dari api neraka. Hal ini diriwayatkan oleh Salman Al Farisi yang mengatakan, "Adalah bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka ".
Jadi 10 hari pertama ini adalah penuh rahmat dan pahala. Segala amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Alloh SWT. Sungguh ujian puasa di awal Ramadhan biasanya terasa lebih berat dan lemas, karena awal adaptasi perubahan pola makan dan minum.
10 hari kedua adalah hari-hari yang penuh dengan maghfirah dan ampunan Allah. Jadi bagaimana kita tidak bahagia menyambut Ramadhan, karena di 10 hari kedua ini dosa - dosa kita akan diampuni. Inilah kesempatan yang baik untuk memohon ampunan-Nya.
Kemudian dari ummul mukminin, Aisyah RA juga menceritakan tentang Rasulullah ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, "Beliau jika memasuki sepuluh hari terkahir Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya ".
" "
"Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana saya berjumpa dengan-Mu Kelak."
Di sepuluh hari terakhir ini hendaknya setiap orang mengakhiri Ramadhan dengan kebaikan, yaitu dengan mencurahkan daya dan upaya untuk meningkatkan amaliyah ibadah.
Selain itu di sepuluh hari terakhir Ramadhan juga diyakini ada malam lailatul qadar, meskipun lailatul qadar bisa juga turun pada bulan Ramadhan secara keseluruhan, sesuai dengan firman Allah SWT :







