Pelaksanaan Alek Kaua Taun berlangsung selama tiga hari, dan setiap hari memiliki kegiatan yang berbeda dengan makna tersendiri.
Hari Pertama: Bakaluang
Hari pertama dibuka dengan kegiatan “bakaluang”, yang mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat Nagari Garabak Data. Pada hari ini, masyarakat saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Kaum laki-laki biasanya membantu pekerjaan yang membutuhkan tenaga seperti membawa makanan untuk niniak mamak atau penghulu, sedangkan para perempuan menyiapkan makanan untuk niniak mamak dan kaum laki-laki suku. Anak-anak dan remaja pun ikut terlibat dalam membantu persiapan. Dari kegiatan ini terlihat bahwa Alek Kaua Taun tidak hanya menjadi acara adat, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.
Hari kedua diisi dengan kegiatan makan bersama yang disebut “makan kapalo kabau”. Pada kegiatan ini, masyarakat duduk bersama di rumah gadang yang biasa disebut masyarakat setempat sebagai “rumah dalam” sambil menikmati hidangan yang telah disediakan. Acara makan bersama ini memiliki makna persatuan dan kekeluargaan, karena semua warga berkumpul tanpa memandang perbedaan status sosial. Suasana yang tercipta terasa hangat dan penuh kebersamaan, karena masyarakat dapat saling berbicara dan menikmati waktu bersama.







