Di Sumatra Barat terdapat sebuah nagari bernama Nagari Garabak Data, yang terletak di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Nagari ini merupakan salah satu daerah yang masih menjaga adat dan tradisi Minangkabau hingga sekarang. Masyarakatnya hidup dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan serta hubungan yang erat antara adat dan agama. Selain memiliki pemandangan alam yang indah dengan suasana pedesaan yang masih asri, Garabak Data juga memiliki berbagai tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Salah satu tradisi yang masih dipertahankan adalah “Alek Kaua Taun”atau yang juga dikenal sebagai “alek bantai kabau”, yaitu sebuah acara adat yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat, karena tidak hanya berfungsi sebagai perayaan adat, tetapi juga untuk mempererat hubungan antarwarga dan menjaga tradisi daerah.
Tradisi Alek Kaua Taun sudah ada sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Nagari Garabak Data. Hingga sekarang, tradisi ini masih terus dilaksanakan karena dianggap sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Acara ini biasanya diadakan setiap tiga tahun sekali, setelah musim panen padi selesai. Waktu setelah panen dipilih karena pada saat itu masyarakat sudah selesai bekerja di sawah, sehingga semua orang dapat mengikuti kegiatan bersama-sama.
Acara Alek Kaua Taun biasanya dilaksanakan di sawah yang sudah selesai dipanen dan telah kering. Sebelum acara dimulai, masyarakat bersama-sama mempersiapkan segala kebutuhan. Mereka membersihkan tempat pelaksanaan, membuat pentas, membangun jembatan dari batang kelapa sebagai akses menuju lokasi acara karena biasanya acara dilaksanakan di sawah yang berada di seberang sungai serta mendirikan pondok-pondok untuk setiap suku.







