Gubernur Sumbar Usulkan Tiga Program Strategis ke Menko Perekonomian Termasuk Teluk Tapang

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah ketika melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto: Biro Adpim Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah ketika melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto: Biro Adpim Sumbar
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

JAKARTA – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyampaikan tiga usulan strategis yang diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Sumbar, yakni pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), reaktivasi jaringan kereta api, dan percepatan pengembangan energi baru terbarukan.

Usulan utama yang disampaikan adalah pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat menjadi Kawasan Kota Pelabuhan Industri Hijau Cerdas (Smart Green Industrial Port City) sekaligus diusulkan sebagai Proyek Strategis Nasional. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri hilirisasi yang terintegrasi dengan pelabuhan modern.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” kata Mahyeldi.

Menurut Gubernur Mahyeldi, kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi pengembangan sejumlah industri strategis, di antaranya kilang minyak (oil refinery) dan industri biodiesel berbasis minyak sawit mentah (CPO). Keberadaan kawasan industri hijau ini diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Penulis / Wartawan:
Editor: Marjeni Rokcalva

Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Berita Minang dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Marjeni Rokcalva sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH