PADANG PANJANG - Walikota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano mengukuhkan Forum Satu Data Indonesia (FSDI) dan me-launching Portal Satu Data Indonesia Kota Padang Panjang di Hall Lantai III Balaikota, Kamis (11/2). Untuk FSDI ini, Padang Panjang menjadi yang pertama di Sumatera Barat yang membentuk dan mengukuhkannya.
Disampaikan Fadly, FSDI memiliki peran untuk menyelaraskan data yang ada. Karena satu data merupakan kekayaan terbesar dalam pembangunan. "Jika datanya berbeda-beda dan tidak sinkron, itu akan menjadi masalah nantinya. Maka dari itu, untuk ke depannya lebih baik kita memperhatikan data-data yang telah ada, susun sedemikian rupa dengan rapi," ujarnya.
Ditambahkan Fadly, perlunya data yang akurat, juga harus ada koordinator untuk pertanggungjawabannya. "Jangan hanya sekadar data, tapi harus jelas programnya," katanya mengingatkan.

Sementara, Kepala BPS Padang Panjang, Arius Jonnaidi, SE, ME menyebutkan, tujuan satu data ini untuk memberikan acuan yang jelas untuk pelaksanaan pengelolaan data dan agar bisa menjadi pedoman bagi instasi produsen data dan juga instansi pemanfaat data.
"Maka dari itu, melalui FSDI ini, nantinya menyelaraskan data yang telah ada, data dari setiap instansi dapat dikirimkan ke portal satu data dan bisa dipergunakan untuk beragam keperluan," ujarnya.

Sedangkan Kepala Bappeda, Rusdianto, SIP, MM mengatakan, Satu Data Indonesia merupakan kebijakan tata kelola pemerintah yang bertujuan untuk menciptakan data berkualitas, mudah diakses dan dapat dibagi-pakaikan.
"Melalui Satu Data Indonesia, data pemerintah dan data instansi lainnya, terkait melalui satu data tersebut," tuturnya.
Editor : Berita Minang






