"Jadi dalam kesempatan ini Kita meminta Buk Fitri mencarikan solusi terhadap kami agar tetap berjualan seperti biasa guna menyambung hidup. Kami tidak melawan pemerintah apalagi meminta uang ke pemerintah, tapi izinkan kami berdagang saja sudah cukup," sebut Rini.
Menanggapi penuturan pedagang, Fitri Nora menjelaskan bahwa dirinya sejak 3 hari belakangan ini memang banyak mendapatkan keluhan dari para pedagang. Karena berasal dari rakyat, dirinya merasakan apa yang sedang dialami pedagang saat ini.
"Saban hari ada saja pedagang yang menelpon saya melaporkan persoalan yang terjadi di Pasar Rakyat. Jadi saya sampaikan, persoalan ini menjadi perhatian serius kita para wakil rakyat. Saya sudah bahas dengan Komisi 2 yang membidangi masalah ini. Jadi sesudah peresmian Pasar Rakyat, kita akan memanggil Dinas Perdagangan untuk mencarikan solusi persoalan ini," jelas Fitri Nora.
Dalam kesempatan ini Fitri menjelaskan, para pedagang diharapkan untuk bersabar sampai acara peresmian nantinya. Sebenarnya persoalan ini rencananya akan dibahas dengan instansi terkait dalam minggu ini, namun ternyata acara peresmian ditunda.
Bagaimana pun, Pemko Pariaman memang diminta oleh protokoler Istana Kepresidenan untuk menetralisir lokasi sekitar acara peresmian.
Setelah mendengarkan penjelasan Ketua DPRD, pedagang akhirnya menerima masukan dari Fitri Nora dan memahami konsekuensi yang terjadi dari kedatangan Presiden untuk peresmian Pasar Rakyat.
"Jadi untuk sementara kita mengalah sampai acara peresmian. Setelah itu kita para pedagang akan ikut dalam hearing dengan Disperindag guna mencari jalan terbaik atas persoalan yang kami hadapi," pungkas Rini.
Setelah berbincang ringan dan menyampaikan berbagai persoalan yang ada, perwakilan pedagang akhirnya pamit kepada Fitri Nora karena dagangan sengaja mereka tinggalkan agar bisa hadir dalan kesempatan ini. (mza)
Editor : Berita Minang






