PARIAMAN - Rumah rancak, minantu ndak pulang (rumah bagus, tapi menantu tak pulang). Begitulah kiasan yang disematkan untuk Pasar Rakyat Kota Pariaman.
Mulai beroperasinya Pasar Rakyat Kota Pariaman sejak pekan lalu, menimbulkan persoalan baru bagi sebagian pedagang.
Pemindahan dan penertiban pedagang dari los penampungan ke Pasar Rakyat dinilai tergesa-gesa, hanya demi mengejar acara peresmian yang rencana semula dilakukan oleh Presiden Joko Widodo tanggal 30 Maret 2021.
Belakangan acara peresmian Pasar Rakyat ini ditunda ke Hari Selasa 6 April 2021. Dari bocoran yang redaksi terima, peresmian bukan dilakukan oleh Presiden Jokowi, melainkan oleh Wapres Ma'ruf Amin.
Padahal Pemerintah Kota Pariaman sudah berusaha maksimal melakukan berbagai usaha dan upaya guna menyambut kedatangan RI 1 ke Pariaman, termasuk penertiban menyisakan persoalan baru bagi sebagian besar pedagang yang merasa dipersulit berjualan.
Dalam kesempatan ini, juru bicara pedagang diberikan kesempatan menyampaikan unek-unek dan meminta solusi bagi pedagang di depan Pasar Rakyat yang akan dipindahkan ke los daging.
Rini, perwakilan pedagang menyampaikan kepada Fitri Nora bahwa pedagang keberatan pindah ke los daging yang berada di lantai 2 karena tempat itu tidak mencukupi untuk sekitar 30 pedagang. Sementara di los daging itu sudah dipenuhi meja pedagang daging, jadi mereka yang merupakan pedagang sayur seperti timun, toge, tahu, tempe dan sebagainya itu merasa tidak cocok berada dalam satu tempat.
"Mayoritas kita yang 30 pedagang ini adalah perempuan, dan ada pula yang sudah uzur. Mana mungkin kita kuat mengangkat dagangan berat ke lantai 2 los daging. Bisa dipastikan kami kesulitan. Kita juga khawatir tidak ada pembeli yang bebelanja ke atas," sebut pedagang sayur tersebut.
Ditambahkan Rini, mereka ini dahulunya berjualan di pintu masuk lokasi lama Pasar Rakyat. Karena ada pembangunan mereka pindah ke pasar seberang tepatnya di bawah los daging. Mereka ini tidak memiliki kios di pasar sebelumnya sehingga tidak memiliki hak untuk mendapat kios di Pasar Rakyat yang baru.
Editor : Berita Minang






