PADANG ARO - Sebanyak 201 atlet binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan yang direkomendasi 21 Pengurus Cabang Olahraga (Pengcabor) ditarget mengikuti tes kondisi atlet, pada periode Januari-Maret 2021, hanya 175 orang dari 16 Pencabor yang mengikuti.
Seperti yang dilaporkan ketua pelaksana, Ronal Hanifan usai pelaksanaan tes fisik atlet yang dipusatkan di Gor Gelora Energi dan Balai Masyarakat Solok Selatan di Pekonina, Minggu (28/3/2021), bahwa tercatat yang tidak mengikuti tes fisik tahap kedua itu adalah atlit PRSI, PGSI, Perbakin, Pertina, dan Pabbsi.
"Ada atlet dari lima (5) Pencabor yang tidak mengikuti tes kondisi fisik atlet pada pelaksanaan tahap kedua ini," jelas Ronal Hanifan.
"Padahal sesuai dengan target yang sudah disampaikan Ketua Umum (Ketum) Koni Solsel saat rapat panitia minggu lalu, minimalnya 30 Pengcabor dapat mengutus atlet binaannya saat tes fisik atlet tahap kedua yang dilaksanakan hari ini," tambahnya.
"Sedangkan Pencabor yang sudah mendaftarkan atletnya untuk mengikuti tes sebanyak 21 Pengcabor dengan jumlah atlet sebanyak 201 orang. Akan tetapi saat pelaksanaan juga masih ada yang tidak datang, yaitu PRSI 4 atlet, PGSI 6 atlet, Perbakin 7 atlet, Pertina 2 atlet, dan Pabsi sebanyak 5 atlie," terang Ronal.
Sebelumnya, saat pembukaan kegiatan Ketua Umum KONI Solsel, Rengga Husada didampingi Sekum KONI, Isyuliardi Maas menjelaskan, pelaksanaan tes pfsik atlet ini akan dilaksanakan empat kali jelang pelaksanaan Porprov Sumbar yang ditarget tahun ini pelaksanaannya.
"Pelaksanaan tes fisik atlet pertama sudah dilakukan pada akhir tahun 2020 lalu, dan kali ini adalah tahap kedua, periode Januari-Maret. Berikut masih tersisa dua tahapan lagi untuk pelaksanaannya," kata Rengga.
Setiap pelaksanaan tes fisik ini akan dievaluasi, apakah atlet binaan tersebut ada peningkatan, atau biasa-biasa saja, atau ada yang menurun hasil tesnya.
"Jika ditemukan hasil pelaksanaan tes terjadi penurunan, maka bisa-bisa atlet ini akan didegradasi," jelas Rengga.
Editor :






