IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Nagari Koto Dalam Barat Dianaktirikan Pemkab Padang Pariaman, Jembatan Rusak Diabaikan

Wali Korong Buluh Apo Feri Agus Naldi, ditemani Ketua GMKT Deri Apriandi, dan Tokoh Masyarakat Ali Labay saat meninjau kerusakan jembatan, Minggu (7/3/2021).
Wali Korong Buluh Apo Feri Agus Naldi, ditemani Ketua GMKT Deri Apriandi, dan Tokoh Masyarakat Ali Labay saat meninjau kerusakan jembatan, Minggu (7/3/2021).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG SAGO - Masyarakat Korong Buluh Apo, Nagari Koto Dalam Barat, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, mendesak perbaikan jembatan di Korong Buluh Apo yang ambruk diterjang banjir 2018 silam. Mengingat kerusakan jembatan sudah terjadi hampir 4 tahun, kiranya wajar masyarakat Nagari Koto Dalam Barat merasa dianaktirikan Pemkab.

Wali Korong Buluh Apo, Feri Agus Naldi menjelaskan, jembatan ini bisa disebut sebagai penghubung Kabupaten Padang Pariaman dengan Kota Pariaman, yakni Kecamatan Padang Sago dengan Kecamatan Pariaman Timur. Jembatan ini ambruk diterjang banjir yang melanda kawasan ini pada tahun 2018 silam. Selain jembatan, jalan di daerah ini rusak parah.

"Keberadaan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat di Nagari Koto Dalam Barat karena merupakan penghubung utama di daerah ini. Bila hari hujan, otomatis jembatan tak bisa dilintasi karena terendam air," katanya kepada wartawan beritaminang.com, Minggu (7/3/2021).

Pada saat peninjauan ke lokasi, Wali Korong Buluh Apo, Feri agus Naldi, didampingi oleh Ketua dan Sekretaris Generasi Milenial Kota Tabuik (GMKT) Deri Apriandi dan Muhammad Fadlil Ilhaq, serta Tokoh Masyarakat setempat Ali Labay.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, kerusakan jembatan ini disebabkan tergerusnya dinding penahan di sebelah kanan sehingga menyebabkan lantai jembatan tidak kuat menahan beban dan akhirnya ambruk. Bila dilihat dari kontruksinya, jembatan ini masih terlihat kokoh. Besi lantai jembatan juga tidak ada yang keropos.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Diceritakan Feri Agus Naldi, pada tahun 2018 silam, ada banjir besar ibarat air bah di daerah ini. Tak ayal hamparan sawah warga setempat terendam, begitu pula jembatan yang dibangun pada tahun 2004 silam itu.

"Besoknya Anggota DPRD Padang Pariaman, Alfa Edison datang meninjau jembatan kita ini bersama wartawan TvOne untuk meliput kejadian ini. Alfa Edison kala itu berjanji akan mengusulkan perbaikan kepada pemerintah daerah," cerita Feri yang didampingi Ali Labay.

Sayangnya, sambung Feri, peninjauan tersebut tidak membuahkan hasil karena buktinya jembatan ini tak kunjung diperbaiki. Ironisnya Bupati Padang Pariaman sekarang Suhatri Bur, pernah melintasi jembatan yang rusak tersebut saat menjabat Wakil Bupati periode lalu. Namun kerusakan jembatan itu seakan tidak berarti.

"Waktu itu Pak Bupati berjanji akan mengusahakan perbaikan jembatan ini secepatnya. Tapi ya sama-sama kita lihat lah, begini lah adanya," sambung Ali Labay.

Untuk sementara, warga menimbun lantai jembatan yang turun dengan campuran tanah dan kerikil agar dapat dilalui oleh sepeda motor. Namun untuk mobil kecil tak bisa dilewati, kecuali mobil Fortuner. Itupun sangat dipaksakan.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH