Dalam berbagai kesempatan seringkali disebut bahwasannya Kabupaten Solok Selatan tertinggal dibandingkan dengan daerah daerah lain. Solok Selatan disebut-sebut memiliki berbagai kekurangan dibandingkan dengan daerah lain, termasuk dengan daerah-daerah yang baru dimekarkan bersamanya, yakni Pasaman Barat dan Dharmasraya.
Penulis mencoba menganalisis "dugaan" tersebut dengan beberapa data statistik dalam berbagai sektor yang ada. Karena ketika kita berbicara tertinggal atau tidak tertinggal, tentu lebih tepatnya jika kita berbicara dengan data, bukan seperti berbicara di lapau atau warung layaknya orang yang bersilat lidah dan penuh subyektifitas. Perbandingan yang kita pakai, adalah antar kabupaten yang ada di Sumatera Barat (12 kabupaten)
Pertama kita coba lihat posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dikeluarkan Biro Pusat Statistik (BPS) setiap tahunnya. Kenapa kita mulai dengan IPM?
IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).
IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara.
Tahun 2020, IPM Solsel 69,04. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Sumbar, Solsel lebih baik IPM nya dibandingkan Sijunjung (67,74), Pasaman Barat (68,49), Pasaman (66,64), dan Mentawai (61,09). Solsel hanya terpaut sedikit lebih rendah daripada kabupaten induknya Solok (69,08). Dari 12 kabupaten di Sumbar, Solsel berada pada peringkat 8.
Peringkat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan ketika Solok Selatan baru berdiri sebagai kabupaten sendiri. Pada awal berdiri, Solok Selatan selalu berada pada posisi ke-11 dari 12 kabupaten yang ada. Dengan arti kata, secara kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, kita dinilai sebagai "juara" ke dua dari bawah, dan sangat rendah dibandingkan yang lain.
Tahun 2019 dan 2018 silam, IPM Solsel 68,94, juga relatif sama berada pada peingkat 8 dari 12 kabupaten lain di Sumbar.
Perlu kita ketahui, Kecuali Dharmasraya dan Pasaman Barat, kabupaten lain di Sumbar adalah kabupaten yang telah berusia puluhan hingga ratusan tahun. Sebut saja Padang Pariaman dengan usia kabupatennya 187 tahun, Pesisir Selatan 72 tahun, Sijunjung 71 tahun, Solok 107 tahun, 50 Kota 179 tahun, dan lainnya.
Editor : Berita Minang






