
Sekretaris LKAAM Tanah Datar Hardi Siswan Dt. Marah Banso saat mananti (menyambut) pasangan pemimpin baru Tanah Datar ini menyampaikan agar kegiatan ini terus dilestarikan mengingat Tanah Datar Luhak Nan Tuo sebagai pusat adat sudah sepatutnya kegiatan adat dan keagamaan dapat sejalan dan itu juga sebagai aplikasi dari filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
"Kegiatan seperti ini juga dapat dilaksanakan nanti saat pemilihan wali nagari serentak di Tanah Datar, wali nagari terpilih diantar Niniak Mamak dan disambut KAN disetiap nagari, sehingga Luhak Nan Tuo itu adatnya masih kental dan terus lestari," ucap Hardi.
Terkait terpilihnya Eka Putra dan Richi Aprian sebagai pimpinan baru Tanah Datar, dikatakan Hardi ibarat pepatah, "Karantau madang dihulu, babungo babuah balun, marantau bujang dahulu, dikampuang baguno balun," kini saatnya pasangan Eka Putra dan Richi Aprian membangun Tanah Datar karena sudah puluhan tahun menuntut ilmu dirantau orang.
Sementara itu Bupati Tanah Datar Eka Putra beserta isteri Lise Vebrina didampingi Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian beserta isteri Patty Rizal mengucapkan terima kasih kepada semua lembaga unsur dan masyarakat Tanah Datar yang telah mempercayakan kepada mereka berdua untuk memimpin Tanah Datar lima tahun kedepan.
"Kami berharap kapado Niniak Mamak, kok hanyuik tolong capek pintesi, kok tabanam tolong capek silami," ucapnya dengan bahasa minang yang khas.

Dalam membangun Tanah Datar kedepan Bupati Eka Putra mengajak Niniak Mamak untuk bersama saiyo sakato agar apa yang dicita-citakan sesuai dengan visi dan misi daerah itu dapat terwujud.
"Saat ini ancaman bagi daerah seperti narkoba, pergaulan bebas dan penyakit masyarakat lainnya, hal ini tentu tidak akan bisa selesai oleh pemerintah daerah semata, butuh peran semua pihak, tentunya niniak mamak, bundo kanduang dan unsur lainnya sehingga Tanah Datar dapat terbebas dari itu semua,"ujarnya.
Editor : Berita Minang






