
Untuk pemulihan ekonomi, Eka Putra mengatakan, Dia bersama Richi Aprian akan melakukan recovery ekonomi dengan memperjuangkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang banyak di Pemerintah Pusat bisa digelontorkan ke Tanah Datar, seperti bansos tunai, BLT Dana Desa, dan dukungan UMKM.
"Kita juga akan genjot sektor pariwisata, tentunya yang memenuhi standar CHSE, yaitu clean (bersih), health (sehat), safety (aman) environment sustainability (kelestarian lingkungan).
Di sisi pelayanan public, Eka-Richi akan berjuang mewujudkan pelayanan publik yang prima untuk mempermudah masyarakat dalam proses pengurusan administrasi kependudukan dan perizinan lainnya.
Prosesi Adat Mengantarkan Eka-Richi Bertugas
Tanah Datar Luhak Nan Tuo sebagai pusat kebudayaan Minangkabau memiliki tradisi adat dan budaya yang sudah diwarisi turun temurun dan itu sudah sepatutnya dijaga dan dilestarikan. Hal itu pun dilakukan saat mengantar Eka-Richi menjelang bertugas di Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar.

Menjelang bertugas di rumah bagonjong Kantor Bupati Tanah Datar pasangan Eka Putra dan Richi Aprian ini diantarkan Niniak Mamak, Bundo Kanduang dan Masyarakat Lintau Sembilan Koto dan Nagari Rao-Rao Kecamatan Sungai Tarab. Prosesi adat bertajuk "Tibo Bananti, Datang Baanta" itu merupakan kerjasama Pemerintah Daerah Tanah Datar dengan LKAAM Luhak Nan Tuo Tanah Datar.
Prosesi adat Tibo Bananti Datang Baanta tersebut sudah kedua kali dilaksanakan termasuk pimpinan daerah yang sebelumnya dan itu merupakan satu-satunya di Sumatera Barat yaitunya di Kabupaten Tanah Datar Luhak Nan Tuo.
Sebelum sampai di Gedung Indo Jolito Batusangkar (kediaman Bupati) Pasangan Eka Putra dan Richi Aprian ini dilepas Niniak Mamak masing-masing dan masyarakat didaerah asal pemimpin baru Luhak Nan Tuo itu. Prosesi adat yang dilaksanakan itu sangat berbeda dari periode sebelumnya karena dimasa pandemi covid-19, jadi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Editor : Berita Minang






