IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Silek Art Festival Digelar di Pulau Belibis Solok

Rapat persiapan Silek Art Festival untuk ketdi Aula Dinas Pariwisata Kota Solok, Rabu (24/2/2021).
Rapat persiapan Silek Art Festival untuk ketdi Aula Dinas Pariwisata Kota Solok, Rabu (24/2/2021).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SOLOK - Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat persiapan Silek Art Festival untuk ketiga kalinya, di Aula Dinas Pariwisata Kota Solok, Rabu (24/2/2021).

Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Gemala Ranti, mengatakan bahwa Silek Art Festival ini dilaksanakan untuk ketiga kalinya yang awalnya dilaksanakan pada 2018 lalu dan berlanjut pada tahun 2019. Namun tahun 2020 Silek Art Festival tidak dilaksanakan akibat wabah Covid-19 melanda dunia.

"Untuk tahun ini kita akan merencanakan pelaksanaannya pada tanggal 18-31 Agustus 2021 yang akan dilaksanakan pembukaannya bertempat di Taman Pramuka, Pulau belibis Kota Solok," jelasnya.

Pencak silat sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2019 lalu. Tujuan diadakannya Silek Art Festival yaitu untuk ini melestarikan filosofi dan makna-makna yang ada pada Silek.

Tuo Silek Kota Solok yang sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H Daswippetra Dt Manjinjiang Alam, menyambut baik diadakannya Silek Art Festival di Kota Solok.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Silek adalah budaya bela diri, Jadi antara silek, silat dan pencak silat sangat berbeda. Silat merupakan olahraga beladiri yang mengandung nilai-nilai seni tradisional.

"Silek memiliki banyak kandungan filsafat-filsafat, maka dengan Silek Art Festival ini kita bisa melestarikannya. Pada kegiatan Silek Art Festival serkarang ini, kami berharap yang ditampilkan hanya silek, jangan dicampurkan dengan yang lain. Artinya kita ingin melestarikan silek lama," jelas Daswippetra.

Untuk saat ini perguruan silek di Kota Solok yang aktif dan sudah terdaftar pada Dinas Pariwisata sebanyak 18 sasaran yang pada awalnya berjumlah 22 sasaran silek.

Selama ini perguruan silek selalu mendapatkan pembinaan berupa fasilitas seperti sarana dan prasarana latihan. Bahkan untuk memperkuat silaturahmi sesama sasaran silek, juga diadakan semacam arisan dengan cara saling mengunjungi sasaran silek setiap satu bulan sekali.

"Kami selaku Tuo Silek di Kota Solok berharap melalui Silek Art Festival ini selain untuk melestarikan budaya, kita juga dapat mengantisipasi kenakalan remaja dan pengaruh negatif terhadap sebahagian kelakuan remaja yang terpengaruh dengan game online," harapnya.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH