PADANG ARO - Terkait dengan berbagai tanggapan dan respon dari berbagai pihak tentang video uap yang menyembur di Media Sosial (Medsos), pihak PT Supreme Energi Muara Laboh (SEML) menggelar klarifikasi resmi secara langsung di lokasi kejadian, Senin (22/2/2021).
Hadir diacara tersebut, seluruh wartawan di Solsel, Kapolres Solsel, AKBP Teddy Purnanto, Plh Pabung Kodim 0309/Solok, Kapten (Ifn) Suryadi, Kabid P2KL, Dinas Pertarkim & LH Solsel, Martamim, Kabag Humas Solsel, Firdaus Firman, Kabid IKP Diskominfo, Wesi Marsal, dan perwakilan Dinas PMPTSP, Edo Fernando, Plt Camat Pauh Duo, Desmarni, Pj Wali PDNB, Faisal, Wali Nagari Alam Pauh, Zainal Abidim.
Sementara yang memberikan penjelasan/klarifikasi dari pihak PT SEML, Site Support manager PT SEML Nofrin Napilus, Kepala Teknik Panas Bumi, PT SEML, Wahyu, Humas Relicion Roza.
Disampaikan kepada Direktur Panas Bumi / Kepala Inspektur Panas Bumi, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM.
Kejadian tanggal 8 Januari 2021 berupa semburan uap panas bumi di PT Supreme Energy merupakan proses operasi yang normal dan biasa. Bukan insiden yang tidak diinginkan, apalagi kecelakaan proses yang dapat menimbulkan kerugian.
Uap yang disemburkan saat kejadian merupakan uap air biasa dari proses pengolahan uap geothermal dan tidak mengandung gas beracun yang mudah terbakar.
Hal ini karena sistem dan proses semburan tersebut memang sengaja dirancang otomatis terjadi dalam kondisi tertentu (kelebiha jumlah uap) yang perancangannya sudah mempertimbangkan lokasi semburan (jauh dari keramaian dan lokasi pemukiman), tekanan, dan temperatur semburan.
Untuk keperluan tersebut, selain di lokasi ML-F, AFT sebagai tempat keluaran uap otomatis seperti ini dibangun pula di beberapa lokasi lainnya.
Ringkasnya, semburan otomatis ini memang sengaja dirancang bangun untuk bekerja secara otomatis sebagai pengaman sistem keseluruhan bila terjadi kelebihan jumlah uap yang seharusnya dialirkan ke turbin.
Editor : Marjeni Rokcalva






