IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Tolak SKB, GMKT Dukung Sikap Wako Pariaman

Ketua GMKT, Deri Apriadi.
Ketua GMKT, Deri Apriadi.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PARIAMAN - Ketua Gerakan Milenial Kota Tabuik (GMKT), Deri Apriadi mengapresiasi ketegasan Walikota Pariaman Genius Umar, yang menolak penerapan ketentuan tentang seragam sekolah yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri di Kota Tabuik.

Deri menyebutkan, ketegasan Walikota Genius Umar, patut dicontoh kepala daerah lain di Sumatera Barat, sekalipun mendapatkan sanksi atas keputusan itu.

Adapun aturan yang tertuang dalam SKB 3 menteri, menyatakan bahwa pemerintah daerah maupun sekolah tidak diperbolehkan untuk mewajibkan atau melarang murid mengenakan seragam sekolah beratribut agama.

"Berdasarkan telaah saya pribadi terhadap latar belakang, isi dan akibat SKB 3 menteri itu, tidak mungkin diterapkan di Pariaman. Daerah juga memiliki hak untuk menentukan yang terbaik bagi masyarakatnya terutama tentang syariat Islam," tutur Deri saat berbincang dengan wartawan beritaminang.com, di Taman Anas Malik, Sabtu (12/2/2021).

Ditambahkannya, selama ini penerapan seragam sekolah di Pariaman, tidak ada yang patut diubah karena sudah berada di jalan yang benar dan harus bertahan walau apapun resikonya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Selama ini kita ketahui pendidikan itu untuk membentuk kepribadian yang baik yang harus dibiasakan sejak dini. Itulah sebabnya kita masukkan anak ke sekolah agar dididik menjadi anak baik. Bukan hanya ilmu, tapi juga akhlak," tuturnya.

Untuk diketahui, Walikota Pariaman Genius Umar, diundang Padang TV sebagai Narasumber dalam Dialog Sumbar yang membahas tentang kebijakan SKB 3 menteri ini melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (11/2/2021).

Genius Umar menyatakan cukup kaget juga dengan kebijakan yang dikeluarkan dalam SKB 3 Menteri ini.

"Kalau kebijakan ini kita terapkan, bagaimana dengan sekolah-sekolah agama yang ada, seperti SDIT atau yang lainnya, sementara tugas mereka adalah membentuk karakter dari anak didiknya masing-masing sesuai dengan agama mereka, berarti ada akses-akses tertentu yang tidak diperhitungkan oleh mereka ketika membuat kebijakan ini," ujar Genius Umar.

Walaupun akan mendapatkan sangsi berupa teguran atau sangsi yang lainnya, Genius tidak akan melakukan hal tersebut, karena untuk Kota Pariaman kasus seperti itu tidak pernah ada.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH