Menurut Kepala Dinas Perkim Kota Payakumbuh Marta Minanda, IPLT Payakumbuh sebelumnya sudah berdiri pada 1997 silam di atas area seluas 5000m, saat ini dengan telah di rehab, bisa menampung dengan kapasitas 15m perhari. Namun masih ada dalam desain zona pengembangan, dimana pada masa yang akan datang kapasitasnya bisa ditingkatkan menjadi 30m perhari.
"Saat ini berumur 22 tahun, kondisi yang kemarin membuat kita harus merehabnya. Telah lama ada keinginan ini dan baru sekarang bisa terwujud," kata Marta.
Marta menyebut dengan dukungan Wali Kota Riza Falepi di bawah stakeholder dinas perkim, bersama mencoba mengusulkan untuk meminta bantuan kementerian, melalui proses yang panjang dari 2017 hingga 2019, sudah melalui beberapa kali pemutakhiran perencanaan.
"Sekarang kita sudah memiliki IPLT yang representatif dengan beberapa bangunan berbeda, seperti SEC, Aerobik, SDB, kolam, dan bangunan penunjang lain berupa labor, kantor pengelola, pos jaga, serta melakukan perbaikan jalan masuk. Sebagai OPD pengelola, kita akan mengoperasikan sebaik mungkin dan memeliharanya, sehingga fungsi IPLT dapat dimanfaatkan, apalagi kita dibantu juga dengan satu unit truk layanan sedot lumpur tinja oleh kementerian," terang Marta.
Kepala BPPW Sumbar Syafrianti menyebut sebenarnya untuk pemindahan aset dari balai/kementerian menjadi aset daerah, rencananya Dirjen menghadiri langsung. Biasanya kepala daerah yang diundang ke kementerian.
"Namun, karena pandemi Covid-19 maka dilakukan oleh balai-balai di daerah. Berita acara akan kami bawa ke Jakarta untuk ditandatangani oleh Dirjen," ungkapnya.
"Mudah-mudahan dengan adanya IPLT yang telah direhab dengan anggaran Rp. 5,2 miliar ini dapat bermanfaat dan dikelola dengan baik. Kita melihat kebulatan tekad serta komitmen kepala daerah dan kepala dinasnya sangat kuat. Katanya dulu lumpur tinja Payakumbuh biasanya dibawa ke Padang, itu kan jauh. Kedepan perlu sosialiasi ke masyarakat bagaimana penyedotan berkala, mulailah dari kantor-kantor OPD terlebih dahulu," kata Syafrianti.
Di tempat terpisah via aplikasi Zoom dari kantornya di Jakarta, Direktur Sanitasi Direktorat Jenderal Cipta Karya Prasetio menyampaikan apresiasi atas komitmen Kota Payakumbuh. Hal itu dilihatnya jauh hari ketika 3 tahun lalu ke Payakumbuh dan sempat bersepeda dengan wali kota.
"Kami apresiasi dan sampaikan terimakasih kepada balai menyelesaikan pekerjaannya, mudah-mudahan apa yang dibangun bermanfaat bagi Pemko dan warga Payakumbuh pencapaian akses sanitasi yang baik," ulasnya.
Editor :






