Menurutnya, biaya untuk pembuatan aplikasi online tersebut tidak memakan biaya yang besar, hanya berkisar Rp60 juta - Rp70 juta, akan tetapi sangat efisien dan efektif dalam pelayanan. "Kami sudah berupaya untuk diakomodir melalui anggaran 2021, tetapi belum bisa terkabul," katanya.
Efi Yandri menegaskan, di Sumbar. Disdukcapil Solsel merupakan salah satu yang berprestasi terkait pelayanan. "Sesuai instruksi Dirjen Dukcapil, kita mempersiapkan grand design pelayanan untuk mendapatkan reputasi baik ditengah masyarakat. Ini yang menjadi motivasi Kami," bebernya.
Ia mengatakan, dengan semangat motivasi tersebut, pihaknya meneruskan semangat kepada jajaran dan seluruh petugas Disdukcapil Solsel. "Kami evaluasi pelaksanaan pelayanan dan capaian kemudian dirumuskan
Menjadi instansi dirindukan (Miss)
Miss, imbuhnya representasi dari Motivasi, Inovasi, Sosialisasi dan Sinergi. Dengan melahirkan 24 program inovasi. "Tahun ini ada 3 inovasi diantaranya, kerjasama dengan kantor PT. POS, hal ini untuk meminimalisir gangguan jaringan sehingga dijalin kerjasama melalui POS. Dokumen kependudukan masyarakat dikirim ke alamat," katanya.
Kemudian, inovasi yang melakukan kerjasama dengan BPS dan satu-satunya di Indonesia. "BPS, Ketika sensus penduduk 2020, masyarakat yang didatangi petugas sensus menanyakan terkait catatan pelaporan kematian, berdasarkan itu terbit akte kematian 3.100 orang, ditemukan warga yang belum melaporkan terkait kematian keluarga," ujarnya.

Saat melakukan perekaman KTP El program Malala (Malayani Lansia), Sekdis Dukcapil Yulianis ikut memantau. Ist
Untuk menyukseskan Pilkada dan supaya semua orang bisa menyalurkan hak pilihnya kemaren Kantor Disdukcapil Solsel masih membuka layanan rekam dan cetak KTP elektronik mulai pukul 08.30 Wib sampai 13.00 Wib", tambah Efi Yandri, di dampingi Kabag Humas Solsel, Firdaus Firman, Kamis (10/12/2020)
Editor : Berita Minang






