Pada 2007 mulai dilakukan tender dan pada 2008 pembangunan Masjid Raya Sumbar resmi dimulai. Total pembangunan hingga benar-benar selesai memakan waktu selama 10 tahun bersumber dari APBN hingga APBD Sumbar hingga sumbangan masyarakat.
Masjid ini berbentuk persegi dengan luas bangunan 4.430 meter persegi. Masjid Raya terdiri atas tiga lantai dan dapat menampung 15 ribu jamaah. Masjid ini resmi pertama kali digunakan pada 2014.
Salah satu ciri khas Masjid Raya Sumbar adalah bangunannya tidak memiliki tiang pada bagian tengah ruangan sehingga jamaah tidak terganggu. Masjid juga dilengkapi fasilitas lain seperti perkantoran Baznas Sumbar, Dewan Masjid Indonesia dan LPTQ serta ruangan serba guna yang mampu menampung sekitar 300 orang jika ada seminar.
Masjid Raya Sumbar juga memiliki menara yang menjulang dengan ketinggian 85 meter. Menara tersebut hingga ketinggian 44 meter menggunakan lift sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Padang dari ketinggian.
Masjid Raya Sumbar dibangun dengan konstruksi ramah gempa sehingga jika ada bencana gempa dan tsunami lantai dua difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara.
Dalam pelaksanaan MTQ Nasional XXVIII ini, menurut Ketua Umum Panitia MTQN XXVIII yang juga Sekdaprov Sumbar, Drs. Alwis, di Masjid Raya Sumbar disamping pusat kendali pelaksanaan, juga menjadi tempat perlombaan, yakni: Tilawah Dewasa dan Qiraat Sab'ah Mujawwad. (Hms-Sumbar/BM/MR)
Editor : Berita Minang






